Papua

Perkembangan Impor Papua Dari 7 Negara Meningkat 43,20%

0
×

Perkembangan Impor Papua Dari 7 Negara Meningkat 43,20%

Sebarkan artikel ini
Tabel data resmi dikeluarkan oleh BPS Papua

BeritaPapua.co, Jayapura — Perkembangan Impor Papua pada Oktober 2022 tercatat senilai US$61,20 juta atau naik 108,58% bila dibandingkan dengan impor pada Okttember 2022 yang senilai US$29,34 juta.

Impor 10 golongan nonmigas utama pada Oktober 2022 tercatat senilai US$27,14 juta atau meningkat sebesar 147,21% bila dibandingkan Okttember 2022 sebesar US$10,98 juta.

Impor dari 7 negara utama pada Oktober 2022 tercatat sebesar US$41,72 juta atau meningkat sebesar 43,20% dibanding Oktober 2022 sebesar US$29,14. Tiga negara pemasok barang terbesar ke Papua pada Oktober 2022
adalah Jerman senilai US$18,72 juta (30,59%), Malaysia senilai US$16,13 juta (26,36%), dan Singapura dengan impor senilai US$13,60 juta (22,22%).

1. Impor Migas dan Nonmigas

Impor Papua pada Oktober 2022 tercatat senilai US$61,20 juta berupa impor migas senilai US$29,73 juta dan impor nonmigas senilai US$31,47 juta. Dibandingkan Okttember 2022, nilai impor Papua mengalami peningkatan sebesar 108,58 persen yang dipengaruhi oleh impor migas yang mengalami peningkatan sebesar 82,02 persen dan impor non migas yang turut meningkat sebesar 141,93 persen. Komoditi nonmigas yang memiliki nilai impor terbesar berasal dari golongan Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85) yang memiliki nilai US$14,84 juta atau sebesar 54,69 persen dari total nilai impor komoditi non migas utama. Total impor kumulatif Papua pada periode Januari-Oktober 2022 senilai US$351,19 juta atau meningkat 33,94 persen bila dibandingkan total impor kumulatif pada periode Januari- Oktober 2021 yang senilai US$262,20 juta. Nilai impor kumulatif migas Januari-Oktober 2022 senilai US$182,57 juta. Sementara itu, nilai impor kumulatif non migas Papua senilai US$168,61 juta pada periode Januari-Oktober 2022.

2. Impor Nonmigas Menurut Golongan Barang HS 2 Digit

Impor 10 golongan nonmigas utama pada Oktober 2022 tercatat senilai US$27,14 juta atau naik sebesar 147,21% bila dibandingkan Okttember 2022 yang sebesar US$10,98 juta. Golongan barang nonmigas utama dengan nilai impor terbesar adalah golongan Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85) sebesar US$14,84 juta, Mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS84) senilai US$6,97 juta dan Barang dari besi dan baja (HS73)
sebesar US$4,10 juta.

Secara kumulatif, total nilai impor 10 golongan nonmigas utama pada periode Januari-Oktober 2022 dibandingkan tahun sebelumnya mengalami penurunan sebesar 4,79 persen, yaitu dari US$143,88 juta menjadi US$136,99 juta. Penurunan tersebut didorong oleh turunnya nilai kumulatif impor golongan Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85) tahun 2021-2022 sebesar US$24,31 juta. Berbanding terbalik dengan total nilai impor kumulatif golongan nonmigas lainnya yang mengalami peningkatan sebesar 24,45 persen atau lebih tinggi US$6,21 juta. Impor migas dan 10 Golongan nonmigas utama memberikan andil 91,00 persen terhadap total impor kumulatif Januari-Oktober 2022.

3. Impor Nonmigas Menurut Negara Asal Barang

Nilai impor dari tujuh negara utama pada Oktober 2022 tercatat sebesar US$41,27 juta atau naik 43,20 persen dibandingkan nilainya pada Okttember 2022 sebesar US$29,14 juta. Impor dari negara lainnya turut mengalami peningkatan dari US$0,21 juta, menjadi US$19,48 juta.

Total nilai impor kumulatif dari tujuh negara utama pada periode Januari-Oktober 2022 adalah sebesar US$274,16 juta atau lebih tinggi 34,55 persen bila dibandingkan dengan nilainya pada Januari-Oktober 2021 yang sebesar US$203,75 juta. Total nilai impor kumulatif dari negara
lainnya pada periode Januari-Oktober 2022 mengalami peningkatan sebesar 31,80% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu dari US$58,44.

4. Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan Papua pada Oktober 2022× mengalami surplus sebesar US$722,07 juta. Surplus terjadi karena nilai ekspor yang lebih besar dari pada impor. Nilai ekspor Papua pada Oktober 2022 tercatat senilai US$783,27 juta sedangkan nilai impor Papua pada Oktober 2022 sebesar US$61,20 juta.

Neraca perdagangan Papua pada Oktober 2022 meningkat sebesar 42,60% apabila dibandingkan dengan neraca perdagangan bulan Okttember 2022 senilai US$519,92 juta. Secara kumulatif, neraca perdagangan Provinsi Papua pada Januari-Oktober 2022 mengalami surplus sebesar US$4.526,61 juta. Nilai ekspor kumulatif Januari-Oktober 2022 senilai US$4.877,80 juta sedangkan nilai impor kumulatif Januari-Oktober 2022 senilai US$351,19 juta. Neraca perdagangan Provinsi Papua Januari-Oktober 2022 mengalami peningkatan sebesar 59,95% jika dibandingkan dengan neraca perdagangan Januari-Oktober 2021 yang surplus senilai US$2.830,08 juta.

(RT)