Papua

Bunda Paud: Kesejahteraan Anak Usia Dini di Papua dan 3 DOB Bakal Menjadi Perhatian Serius

0
×

Bunda Paud: Kesejahteraan Anak Usia Dini di Papua dan 3 DOB Bakal Menjadi Perhatian Serius

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Usai Rapat Koordinasi Bunda Paud se-tanah Papua

BeritaPapua.co, Jayapura — Sekretaris Pokja Bunda Paud Provinsi Papua Samuel Kareth meminta agar seluruh Bunda Paud se Papua dan 3 daerah otonomi baru (DOB) bekerja ekstra demi memajukan kesejahteraan anak usia dini di Bumi Cenderawasih.

Menurutnya, hal itu terlihat jelas ketika antusias para bunda paud ini hadir mengikuti rapat koordinasi selama dua hari ini Kota Jayapura.

Menurut Samuel Kareth, keseriusan seluruh bunda paud sangat diperlukan.

“Saya menilai, dengan kehadiran seluruh bunda paud Papua dan 3 provinsi baru dalam rapat koordinasi di Kota Jayapura kemarin adalah suatu keseriusan membangun sumber daya manusia Papua,” ujar Samuel Kareth di Jayapura, Kamis (11/5/2023).

Tak hanya itu, kata Samuel, setelah agenda Rakoor itu, kiranya kedepan seluruh bunda paud bisa melakukan 11 kesepakatan yang telah disepakati bersama.

“11 kesepakatan Itu pertanda bahwa, ada suatu keseriusan untuk kita melakukan hal – hal yang penting bagi anak-anak di tanah Papua,” ujar Samuel

Selain itu, Samuel mengatakan, pendidikan anak usia dini adalah sebuah investasi.

“Saya beri contoh, club sepak bola besar seperti Barcelona dan Real madrid, itu mereka bukan dapat pemain yang hebat , tapi semua itu dilakukan investasi dari usian dini.”

“Jadi ketika mereka merekrut dan lakukan pembinaan, sampai dengan usia 19 tahun itu usia yang mapan untuk mereka bisa hasilkan banyak hal untuk club,” sambung dia.

Demikian juga dengan kita, kata Samuel, jika pendidikan anak usia dini tidak lakukan intervensi dari sekarang, itu akan menjadi sebuah hal yang akan merugikan.

“Kenapa saya sampaikan seperti begitu, karena pertumbuhan pendidikan ke depan. Kita tahu bahwa, banyak anak-anak kita yang hari ini kondisinya sangat memprihatinkan.”

“Banyak yang terlibat di narkoba, putus sekolah, dan lainya. Hal inilah yang bakal membuat kita mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk memperpaiki situasi ini,” lanjut dia.

Dengan begitu, kata Samuel, sebaiknya lakukan pencegahan, lakukan intervensi, bagi pendidikan anak usia dini sehingga pertumbuhan pendidikannya bisa berjalan dengan baik.

“Saya berharap, setelah seluruh bunda paud balik dari Kota Jayapura, baik bunda paud Provinsi maupun Kabupaten biarlah kita bersama mengimplementasi seluruh rekomendasi yang sudah kita hasilkan.”

“Untuk membentuk pokja, di tingkat Provinsi, kabupaten, bahkan di tingkat distrik yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” sambung dia.

Sekadar diketahui, sebelumnya diberitakan, sebanyak 71 perwakilan Bunda Paud Se Provinsi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah dan Papua Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakoor) peningkatan layanan paud di Bumi Cenderawasih.

Kegiatan itu berlangsung selama 2 hari, Selasa (9/5) sampai Rabu (10/5/2023) di Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Ketua Panitia Rakoor Bunda Paud Josefintje Bd Wandosa mengatakan, rakoor itu guna membahas pengembangan paud.

“Pada prinsipnya, tujuan umum rakor ini yaitu menyamakan persepsi dan harmonisasi kebijakan atau program untuk peningkatan pengembangan layanan PAUD,” ujar Josefintje. (*)

(Renaldo Tulak)