Papua

Bangkitkan Mesin Partai, Hanura Gelar Rakorda Wilayah Saireri

10
×

Bangkitkan Mesin Partai, Hanura Gelar Rakorda Wilayah Saireri

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi Daerah Badan Pemenangan Pemilu DPD Partai Hanura Provinsi Papua, Wilayah Saireri

BeritaPapua.co, Biak — Dalam rangka membangkitkan mesin partai politik, DPD Partai Hanura Provinsi Papua menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Pemenangan Pemilu wilayah Saireri.

Digelar selama 2 hari di kabupaten Biak Numfor, Rakorda tersebut dihadiri dari 4 DPC Hanura wilayah Saireri diantaranya, Kabupaten Supiori, Kepulauan Yapen, Waropen yang terpusat di Biak pada 14-15 September 2023.

Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Papua, Kenius Kogoya membeberkan, mengapa partai memilih kabupaten Biak sebagai tempat Rakorda.

“Kita melaksanakan kegiatan Rakorda di Biak supaya calik-caleg dan juga pengurus DPC PAC bisa hadir dan mengikuti rakor ini,” ujarnya, usai penutupan Rakorda, Jumat (15/9).

Kenius menyampaikan bahwa tujuan Rakorda tersebut adalah bagaimana Hanura melakukan konsolidasi dalam mempersiapkan diri masuk tahapan kampanye dan juga rekrutmen saksi.

“Kita mulai membangkitkan mesin politik mesin partai yang ada supaya bisa mempersiapkan diri berbenah untuk menuju pada tahapan-tahapan pemilu selanjutnya,” ungkapnya.

Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Papua, Dr. Kenius Kogoya, SP, M.Si

“Kita ingin mendapatkan materi-materi baik itu oleh KPU tapi juga Bawaslu dalam kaitan dengan pelaksanaan pemilu,” tambahnya.

Dia berharap, agar para pengurus di DPC wilayah Saireri bisa memiliki pemahaman dan pengetahuan terkait aturan-aturan Pemilu.

Dengan target yang diharapkan, Kenius berharap Caleg-caleg yang potensial bisa mendapat kesempatan

“Jika Tuhan berkehendak mereka bisa ada di parlemen dan Hanura bisa menyuarakan yang tak bersuara,” tegasnya.

Sebab menurutnya, Hanura hadir untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Papua, bangsa maupun negara.

“Dan target untuk kita memperoleh kursi di DPR bisa lebih meningkat dari yang Pemilu sebelumnya atau jumlah kursi yang ada sebelumnya,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)