Berita Papua, Sarmi — Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Sarmi, Frans Sawen, menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah yang telah dan akan dilaksanakan di daerah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan di Distrik Sarmi Timur, Kabupaten Sarmi pada Kamis (18/9/2025) lalu.
“Dalam mendukung program pemerintah perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat bisa paham dan mengerti terkait dengan pentingnya memberikan dukungan,” ujar Frans Sawen di hadapan puluhan peserta sosialisasi.
Menurut Frans Sawen, keselarasan antara program Astacita Presiden Prabowo Subianto dengan program pemerintah daerah Kabupaten Sarmi menjadi momentum penting untuk akselerasi pembangunan.

Beberapa program yang telah berjalan di Kabupaten Sarmi meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pengembangan Koperasi Merah Putih, serta program ketahanan pangan.
“Program-program ini sudah berjalan dengan baik, namun perlu dukungan penuh dari masyarakat agar implementasinya lebih optimal,” paparnya.
Frans Sawen menekankan bahwa pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah sangat penting untuk mencegah timbulnya penolakan atau hambatan di lapangan.
“Masyarakat harus betul-betul paham agar ke depan apabila ada program pemerintah yang masuk tidak menimbulkan masalah seperti adanya pemalangan dan sebagainya,” tegasnya.
Ia menilai edukasi berkelanjutan kepada masyarakat menjadi investasi jangka panjang untuk kelancaran berbagai program pembangunan di Kabupaten Sarmi.
Dalam kesempatan yang sama, Frans Sawen juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan sebagai prasyarat masuknya program-program pemerintah ke daerah.
“Keamanan merupakan salah satu kunci utama dalam mendukung masuknya program pemerintah,” katanya.
Terkait dinamika keamanan yang berkembang belakangan ini, Frans Sawen mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menyikapi berbagai isu yang beredar dan tidak mudah terprovokasi hal-hal yang berpotensi memicu konflik.
Ketua LMA Sarmi ini juga menegaskan bahwa penciptaan situasi kondusif bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, melainkan harus dimulai dari kesadaran setiap individu masyarakat.
“Untuk mewujudkan terciptanya situasi yang kondusif itu harus dimulai dari masing-masing pribadi kita, tidak bisa membebankan semua kepada aparat keamanan TNI dan Polri,” pungkasnya.
(Redaksi)











