Papua

Masyarakat Bagaiserwar Komitmen Dukung Program MBG, Ondoafi: Kami Siap Menyambut Program-Program Selanjutnya

0
×

Masyarakat Bagaiserwar Komitmen Dukung Program MBG, Ondoafi: Kami Siap Menyambut Program-Program Selanjutnya

Sebarkan artikel ini
Ondoafi Kampung Bagaiserwar, Kaleb Sawen.

Berita Papua, Sarmi — Masyarakat adat Kampung Bagaiserwar kabupaten Sarmi berkomitmen kuat dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah beroperasi di wilayah tersebut.

Komitmen ini disampaikan dalam forum dialog pembangunan yang difasilitasi Ondoafi setempat, Kaleb Sawen.

Dialog bertajuk Kebersamaan Menuju Masyarakat Sarmi yang Sejahtera, Aman dan Sentosa yang berlangsung Rabu (17/9/2025) ini dihadiri beragam elemen masyarakat, mulai dari Frans Sawen, Ketua LMA Sarmi, Kepala Kampung Bagaiserwar, hingga tokoh lintas generasi dan agama.

Berbeda dengan forum-forum serupa yang umumnya bersifat ceremonial, pertemuan di Bagaiserwar ini lebih menekankan pada aspek teknis implementasi program yang sudah berjalan.

Kaleb Sawen secara khusus mengapresiasi respons positif masyarakat terhadap program MBG yang telah dirasakan manfaatnya.

“Anak-anak kita di sini sudah merasakan langsung manfaat program MBG. Mereka lebih sehat, lebih bersemangat belajar,” ungkap Ondoafi.

Program MBG, lanjut Kaleb, bukan hanya soal pemberian makanan gratis tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Papua yang unggul dan berkarakter.

Menariknya, masyarakat Bagaiserwar menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program-program lanjutan yang masih dalam tahap persiapan, khususnya Koperasi Merah Putih dan program ketahanan pangan.

“Kami sudah siap menyambut program-program selanjutnya. Yang penting ada kejelasan teknis pelaksanaannya,” kata dia.

Kaleb Sawen mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan program-program tersebut dapat diimplementasikan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan lokal.

Yang menarik perhatian dalam forum ini adalah penekanan khusus Ondoafi Bagaiserwar terhadap ancaman disrupsi dari luar yang dapat mengganggu momentum pembangunan yang sedang berlangsung.

“Ada pihak-pihak yang tidak senang melihat kemajuan kita. Mereka akan mencoba memecah belah dengan isu-isu yang sebenarnya tidak relevan dengan kehidupan kita sehari-hari,” tegas Kaleb Sawen.

Ia mencontohkan bagaimana beberapa wilayah di Papua mengalami kemunduran pembangunan akibat terprovokasi isu-isu yang pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri.

Kaleb Sawen juga memperkenalkan konsep keamanan berbasis komunitas di mana setiap warga memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas wilayah.

“Keamanan bukan hanya tugas aparat. Kita semua punya peran untuk saling menjaga, saling mengingatkan jika ada yang mencoba mengganggu keharmonisan,” jelasnya.

Konsep ini mendapat sambutan positif dari peserta, terutama dari kalangan tokoh agama yang melihatnya sejalan dengan nilai-nilai tradisional masyarakat Papua.

Forum dialog ini ditutup dengan penandatanganan Pakta Bagaiserwar yang berisi komitmen bersama untuk mendukung kontinuitas program pemerintah tanpa terpengaruh dinamika politik yang tidak konstruktif.

“Pembangunan tidak boleh terhenti gara-gara politik sesaat. Anak-anak kita butuh kepastian bahwa program-program baik ini akan terus berlanjut,” pungkas Kaleb Sawen.

(Redaksi)