Pendidikan

Dinas Pendidikan Kirim 10 Pelajar Asli Papua Angkatan Ke-3 Belajar di Cina, Berpeluang Kerja di Perusahaan Besar

0
×

Dinas Pendidikan Kirim 10 Pelajar Asli Papua Angkatan Ke-3 Belajar di Cina, Berpeluang Kerja di Perusahaan Besar

Sebarkan artikel ini
Tampak foto bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait bersama siswa-siswa yang akan berangkat belajar di Liming Vocational University, Tiongkok, Cina.

Berita Papua, Jayapura — Dinas Pendidikan Provinsi Papua kembali mengirim 10 pelajar terpilih untuk mengikuti program pendidikan bahasa Mandarin di Liming Vocational University, Tiongkok, pada Selasa (16/9/2025).

Program ini merupakan pengiriman angkatan ke-3 setelah program serupa sebelumnya berhasil dilaksanakan.

Para pelajar tersebut akan menjalani program komprehensif selama 4 tahun, terdiri dari pelatihan bahasa Mandarin selama 1 tahun dan program kuliah selama 3 tahun. Keseluruhan biaya pendidikan ditanggung penuh oleh Liming University, Tiongkok.

Acara pelepasan resmi berlangsung di Kantor Sekretaris Daerah Provinsi Papua, dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait, dihadiri jajaran pemerintah provinsi, orang tua siswa, dan guru pendamping.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Christian Sohilait, menjelaskan bahwa para pelajar telah menjalani program pembinaan selama tiga bulan di Papua sebelum diberangkatkan.

“Kami hari ini melepas 10 anak. Mereka akan kuliah di universitas di Tiongkok. Mereka sudah dibina di sini selama tiga bulan, kemudian akan berangkat dan ikut matrikulasi lagi. Akan sekolah selama empat tahun, seluruhnya akan dibiayai oleh Liming University di Tiongkok,” ungkap Sohilait.

Dari 10 pelajar yang diberangkatkan, 3 orang berasal dari Kabupaten Mamberamo Raya, sedangkan sisanya dari Kota Jayapura. Sohilait menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan kebanggaan bagi Papua.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kita. Kita mulai susah mendapat sponsor, dan ada teman-teman dari Tiongkok yang membantu kita untuk angkatan ketiga,” katanya.

Sohilait menambahkan bahwa program ini bukan yang pertama kali dilaksanakan. Sebelumnya, Pemprov Papua telah mengirim 2 angkatan pelajar ke Tiongkok, dengan sebagian lulusan sudah menyelesaikan pendidikan mereka.

“Sebelumnya kita sudah pernah mengirim dan berkuliah di sana, ada yang sudah selesai. Semuanya merupakan putra-putri terbaik anak asli Papua yang kita bina selama ini di Provinsi Papua,” tegas Sohilait.

Ludia Agustina Bano (kiri) dan Grace Teresia Erinklarisa Santi Karubui (kanan).

Ludia Agustina Bano, salah satu pelajar yang akan diberangkatkan, mengungkapkan kegembiraan dan optimismenya terhadap program ini.

“Menurut saya, saya sangat senang karena ini adalah salah satu peluang yang besar bagi kami. Kampus Liming sendiri menyediakan MOU yang sudah terdaftar dengan perusahaan-perusahaan besar di Tiongkok. Setelah kami selesai, nama kami sudah dapat dimasukkan untuk ke perusahaan-perusahaan tersebut, jadi peluangnya sangat bagus sekali,” kata Ludia yang berasal dari SMK Negeri 2 Jayapura.

Ludia menambahkan bahwa dirinya sudah memiliki bekal bahasa Mandarin sejak SMP. “Kebetulan dari SMK Negeri 2 Jayapura sendiri, dari kelas 1 SMP sudah belajar bahasa Mandarin,” ungkapnya.

Sementara itu, Grace Teresia Erinklarisa Santi Karubui dari SMA Negeri 1 Manokwari juga menyampaikan apresiasi terhadap program ini.

“Program ini sangat baik sekali, sangat berpeluang bagi kami anak-anak Papua untuk mengembangkan bakat dan minat, terutama karena di zaman sekarang teknologi sangat penting. Ini sangat membantu bagi anak-anak Papua untuk mengembangkan teknologi dan belajar lebih dalam lagi,” kata Grace.

Grace mengaku awalnya kurang tertarik dengan bahasa Mandarin, namun setelah mengikuti program pembinaan, minatnya semakin berkembang.

“Untuk bahasa Mandarin sebenarnya saya kurang tertarik, tetapi makin ke sini saya makin tertarik setelah saya belajar dan mengikuti program ini, saya semakin tertarik sama bahasa Mandarin,” ungkapnya.

Grace juga menyampaikan harapannya untuk dapat memberikan kontribusi bagi Papua setelah menyelesaikan pendidikan.

“Harapan saya untuk saya dengan teman-teman, kami ke sana bisa belajar mendapatkan ilmu agar dapat berdampak untuk kami dan orang-orang sekitar kami, terutama di Papua,” katanya.

Program belajar ini merupakan bagian dari kerja sama Pemerintah Provinsi Papua dengan Liming University dalam mengembangkan sumber daya manusia unggul, khususnya dalam penguasaan bahasa Mandarin yang strategis untuk membuka peluang kerja dan pengembangan ekonomi Papua ke depan.

(Renaldo Tulak)