Berita Papua, Jayapura — Jaringan Komunikasi Oikumene Papua (JAKOP) berkomitmen bersama denominasi gereja-gereja di Papua untuk memperkuat persatuan dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua menuju Indonesia Emas 2045.
Kesimpulan tersebut dibacakan oleh Ketua JAKOP Pendeta Nabot Manufandu sebagai moderator didampingi Pdt Fredy Toam dan Pdt Dominggus Noya sebagai panelis pada penutupan diskusi panel JAKOP yang melibatkan berbagai denominasi gereja di Papua, yang digelar di Hotel Mercure Jayapura, Rabu (3/12/2025).
Dalam kesimpulan diskusi panel, JAKOP merumuskan 6 poin komitmen bersama yang akan dijalankan oleh denominasi gereja-gereja di Papua.
Pertama, mengampanyekan Injil sebagai dasar moral. “Injil sebagai dasar moral yang tetap aktif kita terus kampanyekan dan punya komitmen bersama dalam berbagai denominasi gereja kita masing-masing untuk terus kita wujudkan dan kita kerjakan bersama dalam jaringan komunikasi,” ujar Manufandu.
Ke-2, memperkuat ikatan oikumene yang sudah ada. Manufandu menegaskan bahwa Jakop tidak membuat sesuatu yang baru, melainkan memperkuat kerja-kerja ekumenis yang selama ini telah dilakukan.
“Kita memperkuat apa yang sudah dikerjakan selama ini oleh semua denominasi gereja, bahkan jaringan-jaringan semua yang ada, sebagai wujud satu kesatuan tubuh dengan berbagai macam anggota dengan karunia dan talenta yang kita miliki masing-masing,” jelasnya.
Ke-3, memperkokoh hubungan lintas denominasi gereja di berbagai tingkatan, baik lokal, nasional, maupun dunia.
Ke-4, menanamkan nilai-nilai cinta kasih dan persaudaraan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan yang relevan sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing.
Ke-5, JAKOP beserta seluruh denominasi gereja berkomitmen memberikan kontribusi pemikiran dan perbuatan sebagai sumbangsih bagi gereja, pemerintah, dan adat di Tanah Papua.
“JAKOP dan kita semua akan memberikan kontribusi baik pemikiran juga perbuatan untuk menjadi sumbangsih pikiran bagi gereja, juga bagi pemerintah, bagi adat di Tanah Papua,” kata Manufandu.
Ke-6, mendorong kerja kolaboratif dengan pemerintah pusat dan daerah. JAKOP menekankan pentingnya kerja sama dalam segala bidang, terutama bidang kesejahteraan masyarakat.
“Kita mendorong kerja kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah. Kita bekerja sama dalam segala bidang, terutama bidang kesejahteraan, untuk bagaimana kita bersama-sama mengadvokasi gereja, pemerintah, dan masyarakat untuk tetap sama-sama mewujudkan Indonesia Emas, Indonesia Maju di tahun 2045,” pungkas Manufandu.
Jaringan Komunikasi Oikumene Papua (JAKOP) merupakan wadah komunikasi dan koordinasi antardenominasi gereja di Papua.
Forum diskusi panel ini diselenggarakan untuk memperkuat persatuan gereja-gereja di Papua serta merumuskan peran gereja dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua dan membahas isu-isu strategis terkait peran gereja dalam konteks Papua dan Indonesia.
(Renaldo Tulak)











