Papua

Herman Yoku: Kunci Perdamaian Papua Ada di Tangan Para Tokoh Adat

0
×

Herman Yoku: Kunci Perdamaian Papua Ada di Tangan Para Tokoh Adat

Sebarkan artikel ini
Kepala Suku Besar Wikaya Kabupaten Keerom, Herman Yoku.

Berita Papua, Jayapura — Kepala Suku Besar Wikaya Kabupaten Keerom, Herman Yoku, menyebut, kunci perdamaian Papua berada di tangan para tokoh adat sebagai pemuka masyarakat dan “raja-raja bumi” di Tanah Papua.

Pernyataan ini disampaikan seusai pertemuan silaturahmi puluhan tokoh adat bertajuk “Menjaga Rumah Besar Papua dan Penguatan Peran Tokoh Adat dalam Bingkai NKRI” di Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH), Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (13/2/2025).

Herman menyampaikan seruan keras untuk mengakhiri konflik di Papua yang dinilai tidak sejalan dengan predikat “Tanah Damai” yang disandang Provinsi Papua.

“Kita harus lihat dari situasi yang berkembang selama ini di Tanah Papua. Korban-korban pembunuhan dan lain sebagainya tidak sejalan dengan predikat Tanah Damai di Papua. Provinsi Papua sudah dijuluki sebagai Tanah Damai, tapi bukan lagi tanah damai, malah terjadi kerusuhan di mana-mana,” tegas Herman.

Herman menyayangkan nilai-nilai keagamaan yang seharusnya dijunjung tinggi justru diabaikan dan digantikan dengan permusuhan antarwarga.

“Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan sudah tidak lagi dijunjung tinggi, malah semua saling bermusuhan. Kalau sudah begini bentuknya, kenapa mau bicara Tanah Damai?” ujarnya.

Sebagai tokoh adat dan tokoh masyarakat Papua, Herman menegaskan sudah saatnya konflik yang terjadi diakhiri karena tidak sejalan dengan ajaran agama.

“Saya sebagai tokoh adat yang juga sebagai tokoh masyarakat Papua, sudah saatnya untuk kita akhiri konflik-konflik yang terjadi karena tidak sejalan dengan ajaran agama. Negeri ini diajar dengan ajaran agama,” katanya.

Pertemuan ini, menurut Herman, menjadi momentum untuk mengulas kembali berbagai kejadian yang terjadi, termasuk persoalan tanah adat di Papua.

Herman menyambut baik keterbukaan pemerintah untuk kembali menjalin komunikasi dengan masyarakat adat. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah harus benar-benar memperhatikan masyarakat melalui para Ondoafi dan kepala suku.

“Sekarang pemerintah membuka diri dengan kami. Kami siap membantu agar kepentingan masyarakat dapat dilindungi, yang penting pemerintah benar-benar memperhatikan masyarakat melalui para Ondoafi dan kepala suku. Tidak ada kata lain,” tegasnya.

Herman menegaskan bahwa tokoh adat memegang peran penting sebagai kunci perdamaian Papua.

“Kunci daripada Papua ini ada di kami tokoh adat, karena kita adalah pemuka, pemadam kebakaran sebagai raja-raja bumi,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia kemudian memberikan peringatan sekaligus janji kepada pemerintah terkait peran tokoh adat dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Kalau kami tidak diperhatikan, maka dengan sangat menyesal kami akan lipat tangan. Tapi kalau pemerintah memperhatikan kami, maka sekecil apapun konflik yang terjadi, kami siap untuk mengamankan seluruh konflik yang ada,” tandasnya.

Herman juga menyebut bahwa melalui pertemuan ini, para Ondoafi dan kepala suku telah menyampaikan pernyataan sikap bersama yang menginginkan Papua damai dan sejahtera.

“Pertemuan hari ini kami ingin untuk damai lewat gagasan yang tadi sudah disampaikan dalam pernyataan sikap kami, para Ondoafi dan kepala suku. Kami ingin Papua damai sehingga Papua ini jadi sejahtera. Sudah cukup kami diombang-ambingkan oleh sesama kita sendiri,” katanya.

Herman kembali menegaskan seruan perdamaian dengan landasan spiritual yang kuat.

“Saya tegaskan lagi, mari kita berdamai karena tanah ini tanah perjanjian Tuhan yang kasih kepada kita,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)