Papua

Tokoh Adat se-Papua Berkumpul Bahas Penguatan Peran Adat Dalam Bingkai NKRI

0
×

Tokoh Adat se-Papua Berkumpul Bahas Penguatan Peran Adat Dalam Bingkai NKRI

Sebarkan artikel ini
Tampak foto bersama Ondofolo, Ondoafi dan Kepala Suku se-provinsi Papua bersama Pemprov Papua, Walikota Jayapura, MRP, PAK-HAM) Papua, BP3OPK dan ATR/BPN.

Berita Papua, Jayapura — Puluhan tokoh adat yang terdiri dari Ondofolo, Ondoafi, dan kepala suku dari seluruh wilayah Provinsi Papua menghadiri pertemuan silaturahmi bertajuk “Menjaga Rumah Besar Papua dan Penguatan Peran Tokoh Adat dalam Bingkai NKRI” di Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH), Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat (13/2/2025).

Dihadiri Pemerintah Provinsi Papua, Walikota Jayapura, anggota BP3OPK Papua, Kepala ATR/BPN Provinsi Papua, Perwakilan Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua dan wakil ketua MRP Papua dan Ondofolo, Ondoafi dan Kepala Suku se-provinsi Papua.

Pertemuan bertujuan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat adat sebagai pilar utama pembangunan daerah.

Sambutan Gubernur Papua yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Yohanes Walilo, Gubernur Papua menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang dialog untuk saling mendengar dan menguatkan demi kemajuan Tanah Papua.

“Para tokoh masyarakat adalah pilar utama dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, persatuan, dan kedamaian di tengah masyarakat. Tanpa peran aktif bapak/ibu sekalian, pembangunan tidak akan berjalan dengan baik,” ujar Gubernur.

Gubernur mengakui Papua yang kaya akan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal masih menghadapi berbagai tantangan di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, serta stabilitas keamanan dan sosial.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh-tokoh adat yang menjadi jembatan aspirasi antara pemerintah dan rakyat.

“Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen membangun Papua secara inklusif dan berkeadilan. Pembangunan harus menyentuh masyarakat kampung, distrik, hingga kota,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pandangan yang wajar dalam demokrasi.

“Mari kita kedepankan dialog, musyawarah, dan pendekatan kultural dalam menyelesaikan setiap persoalan. Nilai-nilai adat dan budaya Papua yang menjunjung tinggi kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama harus tetap kita pelihara,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) asli Papua melalui berbagai program, antara lain pendidikan dan pelatihan, pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat adat, serta penguatan peran perempuan dan generasi muda.

“Kita ingin anak-anak Papua menjadi tuan di negerinya sendiri, mampu bersaing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional,” kata Gubernur.

Terkait pelaksanaan Otonomi Khusus, pemerintah berkomitmen mengelola dana dan program secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pengawasan serta masukan dari tokoh masyarakat sangat diharapkan agar setiap program memberikan manfaat nyata.

Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan suasana yang aman dan damai, investasi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal,” paparnya.

Di akhir sambutan, Gubernur menyebut pertemuan ini diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih intens dan berkelanjutan antara pemerintah dan tokoh adat.

“Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan, kritik yang membangun, serta saran demi perbaikan ke depan. Mari kita bangun kepercayaan, karena pembangunan yang berhasil berawal dari kepercayaan antara pemerintah dan rakyatnya,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)