Papua

Jecleana Joku Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum KADIN Papua Periode 2026-2031

0
×

Jecleana Joku Resmi Dilantik Sebagai Ketua Umum KADIN Papua Periode 2026-2031

Sebarkan artikel ini
Tampak Jecleana Joku menerima Pataka Kadin Papua setelah resmi terpilih sebagai Ketua Umum periode 2026-2031.

Berita Papua, Jayapura — Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua akhirnya sukses digelar pada Sabtu, 10 April 2026, di Aula Kantor Gubernur Papua.

Dalam musyawarah tersebut, Jecleana Joku resmi terpilih sebagai Ketua Umum KADIN Papua periode 2026-2031.

Usai terpilih, Jecleana Joku langsung dilantik oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, di lokasi yang sama. Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi iklim usaha di Bumi Cenderawasih.

Dalam kepemimpinannya, Jecleana Joku mengusung visi besar: Mewujudkan KADIN Papua sebagai wadah pengusaha yang inklusif, kolaboratif, inovatif, dan adaptif, guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan menuju Papua Cerah.

Visi tersebut dijabarkan ke dalam sejumlah misi strategis, antara lain:

1. Penguatan organisasi dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui struktur organisasi yang efektif.

2. Pemberdayaan anggota dengan mengoptimalkan potensi sumber daya anggota, pemangku kepentingan, serta pembiayaan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Jecleana menyatakan kesiapannya untuk membesarkan KADIN Papua dan menjadikannya contoh bagi KADIN lain, baik di Tanah Papua maupun di tingkat nasional.

Ia menegaskan bahwa seluruh program kerja KADIN Papua akan selaras dengan visi-misi besar Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Beberapa prioritas utama yang akan dijalankan meliputi: inovasi pembukaan peluang usaha, kolaborasi antarpengusaha, penguatan serta pemberdayaan pengusaha lokal, peningkatan logistik, dan perbaikan ekosistem bisnis.

Menurut Jecleana, pembangunan ekosistem bisnis antar kawasan menjadi prioritas, terutama dengan negara tetangga seperti Papua New Guinea dan negara-negara di kawasan Pasifik lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi membangun investasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

(Viktor Done)