Papua

Festival Kopi Papua 2026 Resmi Ditutup, Catatkan Transaksi Hampir Rp4,3 Miliar

0
×

Festival Kopi Papua 2026 Resmi Ditutup, Catatkan Transaksi Hampir Rp4,3 Miliar

Sebarkan artikel ini
Tampak pengunjung saat festival Kopi Papua digelar di halaman kantor Gubernur Provinsi Papua. (Ist)

Berita Papua, Jayapura — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Prov. Papua) resmi menutup rangkaian Festival Kopi Papua (Feskop) ke-9 Tahun 2026 pada Sabtu, 9 Agustus 2026.

Mengusung tema “Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Papua”, festival yang berlangsung sejak 7–9 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur Papua ini ditutup langsung oleh Kepala BI Papua, Warsono.

Penutupan turut dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai, jajaran Forkopimda Papua, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Direktur Kepatuhan Bank Pembangunan Daerah Papua, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Papua, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, rektor perguruan tinggi, akademisi, pelaku UMKM, dan media.

Dalam sambutan penutupnya, Warsono menyampaikan bahwa selama 3 hari penyelenggaraan, Feskop telah menjadi ruang perjumpaan dan kolaborasi bagi seluruh ekosistem kopi Papua mulai dari petani, pelaku UMKM, roaster, dan barista, hingga lembaga keuangan, pemerintah, serta masyarakat sebagai konsumen.

Ia memaparkan rangkaian kegiatan tahun ini dirancang secara end-to-end untuk memperkuat rantai nilai kopi Papua, meliputi Papua Origin Village yang menampilkan perjalanan kopi dari hulu ke hilir, Barista Bootcamp untuk peningkatan kapasitas talenta lokal, Barista Championship, berbagai sesi talkshow edukasi pasar, hingga pameran dan penjualan produk kopi serta UMKM unggulan Papua.

Warsono menegaskan keberhasilan Feskop tidak semata diukur dari nilai transaksi, melainkan dari terbukanya peluang baru bagi pelaku usaha dan menguatnya kebanggaan masyarakat terhadap kopi asli Tanah Papua.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua, Kementerian Pariwisata, pemerintah kabupaten/kota, perbankan, komunitas kopi, petani, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan.

Mewakili Pemerintah Provinsi Papua, Suzana Wanggai menyampaikan apresiasi atas kesuksesan Feskop 2026 yang dinilai berjalan sukses dan bermakna bagi masyarakat Papua. Ia menyebut Feskop sebagai program strategis daerah untuk mendorong pengembangan UMKM kopi sebagai komoditas unggulan, sekaligus mengakselerasi sektor pariwisata dan ekonomi keuangan digital di Tanah Papua. Status Feskop sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, lanjutnya, menjadi kebanggaan sekaligus momentum strategis bagi Papua di kalender event pariwisata nasional. Pemprov Papua menyatakan komitmen untuk terus bersinergi dengan Bank Indonesia menjaga keberlanjutan ekosistem kopi Papua agar semakin berdaya saing di pasar nasional maupun global.

Capaian Feskop 2026

Secara keseluruhan, penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2026 mencatatkan sejumlah capaian:

• Omset transaksi UMKM: Rp1.126.558.000

• Nominal transaksi QRIS: Rp706.734.000

• Jumlah pengunjung: sekitar 14.000 orang

• Nominal business matching: Rp2.455.000.000

• Partisipasi 60 UMKM di sektor kopi, F&B, dan craft/fashion

• Tiga kali promosi internasional melalui World of Coffee San Diego, Amsterdam Coffee Festival, dan World of Coffee Bangkok

• Penyelenggaraan Coffee Experience Papua Origin Village yang menampilkan perjalanan kopi dari hulu ke hilir

Bank Indonesia menegaskan berakhirnya Feskop ke-9 bukan akhir dari perjalanan pengembangan kopi Papua. Ke depan, BI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis dalam mendukung pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan digitalisasi, akses pembiayaan, serta perluasan promosi kopi Papua ke pasar yang lebih luas.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *