Berita Papua, Keerom — Kantor Pertanahan Kabupaten Keerom melalui Seksi Survei dan Pemetaan menggelar pertemuan dengan Masyarakat Adat Bate, Kabupaten Keerom, Senin (3/8/2026), guna membahas rencana pensertipikatan tanah dalam Program Pertanahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Pertemuan ini digelar dalam rangka mendukung pelaksanaan program tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat adat setempat.
Dalam pertemuan itu, masyarakat diberikan penjelasan mengenai tahapan proses pensertipikatan tanah serta pentingnya kepastian hukum atas hak kepemilikan tanah bagi warga.
Dialog berlangsung secara terbuka, di mana masyarakat adat diberi ruang untuk menyampaikan masukan, pertanyaan, maupun berbagai hal terkait kondisi tanah di wilayah adat mereka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kantor Pertanahan Kabupaten Keerom membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat adat, agar pelaksanaan Program MBR dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelibatan masyarakat sejak tahap awal ini diharapkan dapat memperlancar proses administrasi pertanahan sekaligus meminimalkan potensi kendala di kemudian hari.
Kantor Pertanahan Kabupaten Keerom menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam mewujudkan kepastian hukum atas tanah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Keerom.
(Redaksi)











