Berita Papua, Sarmi — Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Sarmi, Frans Sawen, mengimbau seluruh masyarakat adat di Kabupaten Sarmi agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial.
Imbauan itu disampaikan dalam kegiatan Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka Hari Tani Nasional di Kampung Bagaiserwar, Distrik Sarmi, Selasa (22/9/2026), pukul 09.50 hingga selesai.
Imbauan tersebut menanggapi keprihatinan atas rentetan aksi gangguan keamanan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya.
Menurut Frans Sawen, situasi itu dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
“Dalam kegiatan Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka Hari Tani Nasional, saya selaku Ketua LMA Sarmi menyampaikan keprihatinan atas rentetan aksi gangguan keamanan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tetap tenang, menjaga hubungan kekeluargaan, dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan.
Frans Sawen juga mengajak seluruh masyarakat adat untuk tidak mudah terpancing oleh isu yang belum jelas kebenarannya.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat adat di Kabupaten Sarmi agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial,” katanya.
Ia menekankan, jika menemukan informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, masyarakat hendaknya menyampaikannya kepada pihak berwenang melalui jalur yang tepat dan tidak mengambil tindakan sendiri.
Frans Sawen juga mengajak para Kepala Suku, Ondoafi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing.
Menurutnya, kondisi keamanan yang aman dan kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kehidupan masyarakat serta keberlangsungan berbagai program pembangunan, termasuk upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis kampung dan lumbung desa.
Melalui momentum Hari Tani Nasional, ia mengajak seluruh masyarakat mengedepankan persatuan, gotong royong, musyawarah, dan kedamaian. Jangan sampai persoalan keamanan maupun informasi yang tidak benar memecah hubungan antarmasyarakat dan menghambat pembangunan di Tanah Papua.
“Sebagai Ketua LMA Sarmi, saya mengajak seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, menghormati hukum yang berlaku, memperkuat komunikasi antarwarga serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas pertanian, ekonomi dan kehidupan sosial dengan baik,” ujarnya.
Frans juga mengajak masyarakat untuk menjaga Sarmi tetap aman, damai, dan kondusif.
Sebab menurutnya, dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat bekerja, bertani, dan membangun kampung untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama.
“Mari kita jaga Sarmi tetap aman, damai dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat bekerja, bertani dan membangun kampung untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











