Pendidikan

Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Sebut Universitas Jayapura Aset Daerah, Lulusan Harus Siap Mengabdi ke Pelosok

0
×

Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Sebut Universitas Jayapura Aset Daerah, Lulusan Harus Siap Mengabdi ke Pelosok

Sebarkan artikel ini
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV, Dr. Suriel Semuel Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phill (Oxon).

Berita Papua, Sentani — Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV, Suriel Semuel Mofu menyebut Universitas Jayapura sebagai aset Pemerintah Kabupaten Jayapura dan masyarakat yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Satu hal yang sangat menyenangkan bagi saya adalah Universitas Jayapura ini berkembang dari STIKES Jayapura. Perkembangannya sangat baik sekali,” kata Suriel, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, perubahan dari STIKES menjadi universitas Jayapura berjalan cepat karena kualitas perguruan tinggi yang baik.

“Satu-satunya perguruan tinggi di Jayapura yang menggunakan nama Jayapura sebagai nama universitas jayapura saya melihat sebagai aset pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Jayapura,” ujarnya.

Suriel menilai, Universitas Jayapura telah menghasilkan lulusan potensial untuk mengisi peluang kerja di bidang kesehatan, khususnya rumah sakit. Banyak lulusan telah lulus Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Nasional (UKNakes) dan memenuhi syarat mendapat Surat Tanda Registrasi (STR) sehingga bisa langsung digunakan.

“Dengan pemekaran wilayah baik kabupaten maupun provinsi, hari ini perguruan tinggi-perguruan tinggi kita telah menyediakan tenaga-tenaga kesehatan yang sudah bisa di gunakan,” jelasnya.

Ia meminta pemerintah daerah segera memanfaatkan lulusan anak-anak Papua.

“Anak-anak dari daerah ini, dari Papua, anak-anak asli Papua maupun mereka yang lahir besar di Papua yang sudah sangat mengenal kondisi masyarakat, budaya, dan kondisi daerah, bisa ditempatkan di mana saja. Pakai ini anak-anak, pakai lulusan Universitas Jayapura, khususnya sarjana keperawatan, ners, dan bidan,” tegasnya.

Suriel bangga karena Universitas Jayapura kembali menghasilkan 90 lulusan baru yang siap di dayagunakan. “Kita sudah produksi sendiri tenaga-tenaga kesehatan yang potensial untuk bisa kita gunakan,” katanya.

Kepada lulusan, Suriel berpesan agar menjaga integritas dan kualitas. Ia menekankan pentingnya kecerdasan spiritual di samping kecerdasan intelektual dan emosional.

“ia mencontokan adiknya dari kampun Ampombukor ini, dia bisa sampai dapat gelar sarjana keperawatan. Itu artinya dia punya kemampuan bertahan dalam perjuangan yang luar biasa sulit. Dia bisa melalui itu semua dan mendapatkan gelar hari ini sebagai sarjana keperawatan. Menurut saya ini kecerdasan yang sangat bagus, intelektual dan emosionalnya bagus,” ungkapnya.

“Tapi ada satu kecerdasan yang lebih tinggi yaitu kecerdasan spiritual. Itu bagaimana dia bisa mengetahui maksud Tuhan dalam dirinya. Dia ini bisa bekerja di mana saja, ke mana Tuhan membawa dia. Jadi dia harus buka diri untuk bisa menerima tuntunan Tuhan,” tambahnya.

Suriel meminta lulusan tidak hanya bertahan di Kota Jayapura.

“Dia harus keluar, lihat ke mana dia pergi, di mana ada kekurangan tenaga kesehatan, ke situlah dia menuju. Tidak semua daerah punya perguruan tinggi, tidak semua daerah produksi tenaga kesehatan. Oleh sebab itu, tenaga-tenaga kesehatan yang kita dapat jangan berkumpul di Jayapura,” pesannya.

Ia mendorong lulusan melamar ke pusat-pusat pelayanan kesehatan di seluruh pelosok Tanah Papua.

“Sehingga kita bisa mengurangi angka kematian bayi, meningkatkan taraf kualitas masyarakat Papua dengan ketersediaan SDM kesehatan yang kita miliki,” ujarnya.

Suriel berharap ada kerja sama antara pemerintah daerah langsung dengan perguruan tinggi.

“Pesan, kami butuh sekian tenaga kesehatan di bidang ini, untuk kita sama-sama memenuhi ini,” katanya.

“Kalau kita mau tunggu siapa lagi yang mau tolong kita, tidak bisa. Kita sendiri yang harus bangkit menolong diri kita dengan sumber daya yang kita miliki hari ini,” tutup Suriel, yang menaungi LLDIKTI Wilayah XIV meliputi Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

(Yan Mofu)