Berita Papua, Sentani — Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Spei Yan Bidana secara resmi membuka Pelatihan Tingkat Dasar Kepemimpinan bagi 40 mahasiswa asal Pegubin yang menempuh pendidikan di Jayapura.
Kegiatan berlangsung di aula penginapan Just Feel @Home, Haola Guesthouse, Jalan Perumahan Permata Hijau, Sentani, Kabupaten Jayapura pada Minggu (12/4/2026) pukul 20.00 WIT.
Pelatihan yang diselenggarakan melalui Yayasan Bina Taruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih) ini berlangsung selama 3 hari untuk sesi pertama, dan akan dilanjutkan dengan sesi ke-2 yang juga berdurasi 3 hari.
Dalam sambutannya, Bupati Spei Yan Bidana menekankan pentingnya etos belajar yang tinggi bagi mahasiswa Pegubin.
“Mahasiswa Pegubin harus tanamkan tekad dan belajar 5 kali lebih keras, karena kita mulai belajar dari keterbatasan guru yang tidak ada dan sekolah yang tidak mengajar baca tulis. Maka kita harus belajar lebih banyak dari saudara-saudara kita di Makassar, Sulawesi, dan Jawa,” ujarnya.
Orang nomor 1 di Kabupaten Pegunungan Bintang itu juga menyoroti gaya hidup generasi muda saat ini.
“Hari ini orang Papua 24 jam main HP, tidak pernah membaca buku. Semua tergantung, menyalahkan keluarga. Tidak ada yang berjuang seperti zaman kita dulu. Dulu tidak ada laptop. Laptop itu untuk orang kerja. Sekarang, semua orang punya uang minta beli laptop tapi tidak berjuang. Kita akan menjadi penonton di negeri sendiri,” tegas Bidana.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kompetisi saat ini telah memasuki tataran global.
“Kita tidak lagi berkompetisi dengan sesama orang Papua, tetapi dengan dunia, antarnegara. Siapa yang siap, siapa yang punya skill, siapa yang bangun pagi tepat waktu untuk bekerja, maka dia yang akan sukses.”
Pelatihan ini bertujuan mencetak sumber daya manusia yang tangguh melalui pembentukan karakter (character building). Bupati menjelaskan bahwa ilmu yang didapat di kampus hanya sebagian kecil.
“Proses kehidupan yang sesungguhnya justru terjadi melalui kegiatan seperti ini. Kami bermitra dengan Binterbusih, yang telah menyiapkan kader hingga sepuluh ribuan orang, termasuk saya. Program ini harus dilanjutkan agar anak-anak bisa menjadi pemimpin tangguh di segala situasi.”
Bupati Pegubin berharap para mahasiswa mampu mengenali diri sendiri, mengenal waktu, dan memanajemen segala hal agar tidak bergantung pada orang lain.
“Mahasiswa harus menjadi pribadi yang mampu bertahan dan menjaga Tanah Papua,” tegasnya.
(Yan Mofu)











