Pendidikan

SMKN 1 Teknologi dan Rekayasa Jayapura Buka Gelombang Ke-2 PPDB, Kuota 428 Siswa

0
×

SMKN 1 Teknologi dan Rekayasa Jayapura Buka Gelombang Ke-2 PPDB, Kuota 428 Siswa

Sebarkan artikel ini
Tampak Panitia PPDB Buka Gelombang ke-2 di SMKN 1 Teknologi dan Rekayasasa Sentani.

Berita Papua Sentani — SMKN 1 Teknologi dan Rekayasa Jayapura membuka pendaftaran gelombang 2 PPDB 2026. Proses tes gelombang 2 sama dengan gelombang 1, meliputi 3 mata pelajaran dan wawancara. Sekolah menargetkan 428 siswa untuk tahun ajaran baru.

Informasi tersebut itu, Disampaikan oleh Ketua panitia PPDB, Laurens O Tetelepta saat ditemui media, Selasa 23 Juni 2026.

Menurut Laurens, calon siswa untuk tes gelombang ke-2 tetap mengikuti tes tulis dan wawancara seperti peserta gelombang pertama.

“Untuk gelombang kedua itu nanti prosesnya sama seperti gelombang satu. Jadi mereka ikut. Tiga mata pelajaran tetap Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika lalu wawancara BP, wawancara jurusan. Jadi kalau gelombang ke-2, dia ikut seperti tes. gelombang ke-1,” ujar panitia.

Aturan Khusus untuk pindah jurusan, Panitia membedakan mekanisme bagi peserta yang tidak lulus gelombang pertama dan ingin pindah jurusan. Mereka tidak perlu ikut tes ulang, cukup wawancara jurusan.

“Kalau yang tidak tes ini, yang kemarin dinyatakan tidak lulus, yang pindah jurusan. yang pindah jurusan lain, itu hanya wawancara jurusan saja. Tesnya, kita pakai nilai tes yang sebelumnya,” jelasnya.

Peserta yang tidak lulus juga diberi opsi pindah jurusan jika kuota masih tersedia. “Berarti yang kemarin yang tidak lulus, dia pindah jurusan, Itu kalau mereka mau pindah jurusan, kita tetap layani,” kata panitia.

Panitia menegaskan akan ada pergeseran peserta jika kuota 428 siswa belum terpenuhi setelah gelombang 2. Namun jika kuota sudah cukup, tidak akan ada pergeseran lagi.

“Kalau yang tes gelombang ke-2 ini, kalau tidak lulus, dialihkan ya Nanti kemungkinan kalau kita lihat kuota, kita lihat kuota. Kalau yang diterima itu sudah mencukupi kita punya kebutuhan, jumlah siswa kan kita butuh 428. Kalau sudah terpenuhi berarti tidak ada lagi kita geser. Tapi kalau masih butuh berarti kita akan lakukan pergeseran kayak yang hari ini sudah dilakukan,” pungkasnya.

(Yan Mofu)