Kabupaten Jayapura

Grace Gerthi Mehue Resmi Pimpin PGRI Kabupaten Jayapura, Berkomitmen Kunjungi Guru Hingga ke Pelosok

0
×

Grace Gerthi Mehue Resmi Pimpin PGRI Kabupaten Jayapura, Berkomitmen Kunjungi Guru Hingga ke Pelosok

Sebarkan artikel ini
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jayapura periode 2025–2029, Grace Gerthi Mehue.

Berita Papua, Sentani — Grace Gerthi Mehue secara resmi dilantik menjadi Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jayapura periode 2025–2029.

Pelantikan dilaksanakan dalam Konferensi Ke-V PGRI Kabupaten Jayapura yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Teknologi dan Rekayasa Sentani, Kamis (16/10/2025).

Grace Mehue menggantikan Andreas Swewali, dan dilantik langsung oleh perwakilan Pengurus PGRI Provinsi Papua. Ia mengambil sumpah janji di hadapan para guru yang hadir, menandai dimulainya kepemimpinan barunya.

Usai pelantikan, Grace menyampaikan, siap untuk fokus pada peningkatan profesi guru serta perlindungan profesi keguruan.

“Saya akan mengemban tugas dengan baik sesuai langkah dan program peningkatan profesi guru,” tegas Grace.

Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah melakukan kunjungan hingga ke daerah pelosok untuk bertemu dengan para guru.

“Saya akan mendatangi guru-guru di tempat tugas mereka, termasuk mengajak koordinasi dengan kepala sekolah agar data guru segera diselesaikan dan diajukan untuk memperoleh NIP,” jelasnya.

Grace juga menekankan pentingnya memanfaatkan peluang dari kebijakan Otonomi Khusus (Otsus). “Kami akan memperjuangkan hak guru melalui Otsus, agar kinerja guru diimbangi dengan hak yang layak,” ujarnya.

Ia mengkritik ketergantungan pada dana BOS yang dinilai terbatas, terutama bagi guru honorer.

“Dana BOS hanya mengalokasikan 20% untuk honor guru, padahal kebutuhan lebih dari itu. Ini menjadi perhatian serius kami,” ungkap Grace.

Ke depan, PGRI Kabupaten Jayapura akan menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura, khususnya Dinas Pendidikan, untuk memastikan perhatian dan peningkatan kesejahteraan guru.

“Kami akan terus menyuarakan aspirasi guru, terutama yang belum diangkat statusnya, agar memiliki kepastian sebagai pegawai yang dibiayai pemerintah,” pungkas Grace.

(Yan Mofu)