Berita Papua, Jayapura — Rencana pemindahan pelabuhan peti kemas dari Kota Jayapura ke Depapre, Kabupaten Jayapura, pada 2026 dinilai sebagai upaya mewujudkan visi besar almarhum Bupati Jayapura Habel Melkias Suwae untuk menjadikan kawasan pesisir Teluk Tanah Merah sebagai pusat perdagangan dan industri Papua.
Tokoh masyarakat Korneles Yanuaring, mantan Wakil Ketua DPRK Jayapura, menyampaikan apresiasi atas langkah Gubernur Papua Mathius Derek Fakiri dan Bupati Jayapura Yunus Wonda yang melanjutkan program pembangunan strategis tersebut.
“Program pembangunan harus berkelanjutan, tidak boleh dibatasi oleh masa jabatan Kepala Daerah,” tegas Korneles dalam keterangan pers tertulis kepada BeritaPapua.co, Rabu (21/1/2026).
Korneles menilai masyarakat Kabupaten Jayapura patut berterima kasih kepada Gubernur Mathius Derek Fakiri dan Bupati Yunus Wonda atas gebrakan memindahkan pelabuhan peti kemas milik Pemerintah Provinsi Papua dari Kota Jayapura ke pelabuhan peti kemas Depapre yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026.

Pemindahan ini merupakan bagian dari masterplan kawasan yang lebih luas, meliputi pengembangan pelabuhan peti kemas Depapre sebagai pusat perdagangan, serta kawasan Moi dan Alang-alang Bonggrang di Distrik Kemtuk sebagai pusat pergudangan dan kawasan industri.
Menurut Korneles, pemindahan pelabuhan peti kemas akan membawa dampak ekonomi masif bagi Kabupaten Jayapura. Kawasan baru ini diproyeksikan mampu menarik investasi besar, menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan, dan mengurangi angka pengangguran.
“Ini akan memacu produktivitas pada sektor lainnya untuk memenuhi bahan baku ekspor impor dan dengan sendirinya akan memacu pertumbuhan ekonomi secara signifikan dan masif,” jelasnya.
Pengembangan kawasan Distrik Sentani Barat, Moi, dan Alang-alang Bonggrang sebagai kawasan perdagangan dan industri juga diprediksi akan menciptakan ekosistem ekonomi baru di wilayah pesisir Teluk Tanah Merah.
Sementara itu, Billy Suwae, Ketua Fraksi Bersatu Membangun DPRK Jayapura, melalui pernyataannya di Sentani, Selasa (20/1/2026), mendesak Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Jayapura agar pelabuhan peti kemas di Distrik Depapre segera diseriusi keberlanjutannya.
Billy, yang juga putra kandung almarhum Bupati Habel Melkias Suwae, menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan peti kemas Depapre merupakan bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) semasa kepemimpinan ayahnya yang menjabat Bupati Jayapura dua periode (2001-2011).
“Uang rakyat sudah banyak keluar untuk pembangunan pelabuhan tersebut. Sangat disayangkan apabila tidak berlanjut pembangunannya. Oleh karena itu, kami berharap agar apa yang telah dibangun dapat dilanjutkan kembali,” ucap Billy.
Billy menyoroti kondisi pelabuhan peti kemas di Kota Jayapura yang saat ini menggunakan lokasi yang sama dengan pelabuhan penumpang. Kawasan tersebut sangat ramai dengan arus kendaraan yang terus bertambah setiap hari.
“Pelabuhan di Kota Jayapura semakin hari semakin padat dengan kendaraan yang melintas. Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura harus segera mengantisipasi hal tersebut dengan memindahkan pelabuhan peti kemas ke pelabuhan Depapre,” tegas Billy.
Almarhum, Habel Melkias Suwae yang memimpin Kabupaten Jayapura selama dua periode (2001-2011), dikenal memiliki visi besar untuk mengembangkan kawasan pesisir Teluk Tanah Merah sebagai pusat ekonomi Papua.
(Vicky Done)











