Berita Papua, Sentani — Memasuki 1 tahun masa kepemimpinan Bupati Jayapura Yunus Wonda dan Wakil Bupati Haris Richard S. Yocku, Pemerintah Kabupaten Jayapura terus berkomitmen untuk terus bekerja dan hadir di tengah masyarakat. Meskipun ruang gerak kebijakan pada tahun 2025 terbatas akibat APBD yang telah ditetapkan sebelum masa jabatan mereka dimulai, berbagai program prioritas tetap dijalankan sebagai fondasi perubahan pembangunan di Kabupaten Jayapura.
Hal tersebut disampaikan Bupati Yunus Wonda dalam konferensi pers yang digelar di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Sentani, Selasa (17/3/2026).
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Jayapura itu memaparkan capaian kinerja selama 1 tahun kepemimpinan.
“Memasuki satu tahun kepemimpinan, berbagai langkah pembangunan kami lakukan. Meskipun pada tahun 2025 ruang gerak kami terbatas karena APBD telah ditetapkan sebelumnya, namun kami tetap mengawal program prioritas untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meletakkan fondasi perubahan pembangunan di Kabupaten Jayapura,” ujar Bupati Yunus Wonda.
Sejumlah janji politik yang disampaikan saat kampanye mulai menunjukkan realisasi. Di bidang pemerintahan dan adat, pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Grime Nawa kini memasuki tahap baru dengan dibentuknya Tim Percepatan DOB pada Januari 2026.
Pemerintah daerah juga memberikan honor kepada 210 Ondoafi dan Kepala Suku sebagai bentuk penghargaan terhadap peran lembaga adat. Penyaluran dilakukan melalui buku tabungan yang diserahkan secara simbolis. Selain itu, kebijakan sosial berupa penyediaan peti jenazah gratis juga telah berjalan sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah.
Di bidang olahraga, kebangkitan klub sepak bola kebanggaan masyarakat, Persidafon Dafonsoro, mulai dipersiapkan untuk berlaga di kompetisi Liga 4 Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jayapura terus membuka keterisolasian wilayah melalui pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antar distrik. Sejumlah ruas jalan strategis mulai dinikmati masyarakat, antara lain pembangunan jalan Demta–Muaif serta pembukaan kembali ruas jalan Distrik Kemtuk–Pual melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
Peletakan batu pertama pembangunan kantor DAS wilayah Sentani dan Grime Nawa juga telah dilakukan. Di sektor transportasi laut, pembangunan dermaga di Distrik Ebungfauw diharapkan meningkatkan konektivitas wilayah pesisir.
Pemerintah juga memberikan bantuan bahan bangunan bagi pembangunan rumah ibadah di berbagai wilayah, serta memperkuat jaringan telekomunikasi melalui bantuan Starlink yang disalurkan ke fasilitas kesehatan dan pendidikan. Upaya pemenuhan kebutuhan dasar air bersih terus diperluas melalui sistem penyediaan air minum di sejumlah kampung adat, disertai rehabilitasi jembatan, normalisasi sungai, dan peningkatan jalan lingkungan.
Di sektor kesehatan, pemerintah daerah meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Tipe D Pratama di Kampung Nimbontong, Distrik Unurumguay. Layanan kesehatan dasar diperkuat melalui Posyandu dan Puskesmas Pembantu, dengan peresmian delapan Puskesmas Pembantu di sejumlah distrik serta penyaluran bantuan mobil ambulans.
Sementara di sektor pendidikan, revitalisasi gedung sekolah dan penyediaan sarana transportasi seperti speedboat bagi sekolah di wilayah terpencil mulai direalisasikan. Pemerintah daerah juga menjalin kerja sama program beasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi, serta meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui program beasiswa bagi 40 ASN Orang Asli Papua (OAP) dan pengembangan sistem informasi kepegawaian.
Pemerintah Kabupaten Jayapura juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat, khususnya OAP, melalui revitalisasi pasar tradisional seperti Pasar Banuku, Pasar Yapsi, Pasar Sawoi, Pasar Pharaa, dan Pasar Ifar Besar.
Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dilakukan melalui platform digital OAPSHOP serta pengolahan cokelat lokal OAP. Pelatihan keterampilan kerja seperti perbengkelan dan kelistrikan diberikan kepada kelompok kerja OAP, disertai bantuan alat pertanian berupa traktor roda empat dan roda dua, serta bantuan speedboat kepada kelompok nelayan di wilayah pesisir untuk meningkatkan transportasi dan ekonomi.
Ketahanan pangan keluarga diperkuat melalui pelatihan pengolahan pangan lokal serta pemberian bibit dan pupuk. Sektor pariwisata juga digarap serius melalui pengembangan destinasi seperti Pantai Amai dan Kali Biru, serta peningkatan promosi yang mengantarkan Kampung Yoboi meraih Juara Harapan II Desa Wisata tingkat nasional.
Pemerintah Kabupaten Jayapura turut menyukseskan program nasional, di antaranya pelantikan pengurus Koperasi Desa Merah Putih dari 139 kampung dan 5 kelurahan yang kini telah memiliki akta pendirian, dan sebagian telah memiliki gerai. Program Kampung Nelayan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, serta upaya menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem juga terus digalakkan.
Menutup konferensi pers, Bupati Yunus Wonda menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara memberikan perhatian kepada masyarakat.
“Bupati dan Wakil Bupati hanyalah alat yang Tuhan titipkan. Pemerintah Kabupaten Jayapura ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendengar program, tetapi merasakan langsung manfaatnya. Kasih mempersatukan perbedaan,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











