Berita Papua, Sentani — Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Sentani menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam dua bidang strategis, yakni pembinaan generasi muda yang terjerat perilaku negatif serta penanganan lingkungan hidup melalui aksi bersih saluran air Danau Sentani.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Pekerja Klasis GKI Sentani, Pdt. Albert Suebu, menanggapi berbagai inisiatif yang tengah digalakkan oleh pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Yunus Wonda.
Dalam kesepakatan bersama antara pihak gereja dan pemerintah, akan dilaksanakan kegiatan pembersihan saluran air Danau Sentani di Kali Jaifuri, Kampung Kuai, pada 10 April 2026 mendatang. Kegiatan yang akan dimulai pukul 07.00 WIT ini merupakan respons bersama terhadap kenaikan debit air danau yang belakangan ini berdampak pada sejumlah wilayah.
“Kegiatan ini akan dimulai pukul 07.00 WIT sebagai upaya bersama mengatasi kenaikan debit air danau yang berdampak pada sejumlah jemaat di wilayah Sentani Tengah dan Timur,” ujar Pdt. Albert Suebu di Sentani.
Ia menyebutkan, sedikitnya 13 jemaat yang berada di wilayah Sentani Tengah dan Timur terdampak kondisi cuaca ekstrem serta kenaikan air danau dalam beberapa waktu terakhir. Aksi bersih ini diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air dan mengurangi risiko luapan yang mengganggu pemukiman warga.
Tak hanya soal lingkungan, GKI Klasis Sentani juga menyatakan sikap tegas mendukung program pembinaan generasi muda yang dirancang oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura. Program ini menyasar pemuda yang terlibat dalam perilaku negatif seperti konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba.
Pdt. Albert menjelaskan bahwa salah satu skema pembinaan yang direncanakan adalah penempatan generasi muda yang terjaring dalam perilaku negatif tersebut untuk mengikuti pembinaan intensif selama tiga bulan di lingkungan militer.
“Kami dari gereja mendukung 100 persen program pembinaan ini, agar anak-anak muda kita bisa kembali memiliki kesadaran dan masa depan yang lebih baik,” katanya tegas.
Selain pembinaan bagi pemuda bermasalah, Pemerintah Kabupaten Jayapura juga mendorong penataan kehidupan keluarga bagi pasangan muda melalui pernikahan resmi. Langkah ini turut didukung penuh oleh lembaga keagamaan, termasuk GKI Klasis Sentani.
Menurut Pdt. Albert, berbagai program yang digagas pemerintah ini sangat penting untuk menyelamatkan generasi muda dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
“Kita bersyukur ada perhatian serius dari pemerintah terhadap generasi muda di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Pdt. Albert Suebu berharap kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dapat terus diperkuat ke depan. Menurutnya, sinergitas yang solid antara ketiga pilar ini menjadi kunci utama dalam menciptakan kondisi sosial yang aman, damai, dan sejahtera.
“Jangan sampai kita meninggalkan masalah bagi generasi berikutnya, tetapi justru harus menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











