Berita Papua, Sentani — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayapura memasuki babak baru kontestasi kepemimpinan. Lodik Ap, seorang kader yang memiliki rekam jejak panjang di organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua KNPI Kabupaten Jayapura periode mendatang dengan visi membuka partisipasi seluas-luasnya bagi generasi muda, terutama di tingkat kampung dan distrik.
Pernyataan resmi tersebut disampaikan Lodik Ap di Sentani, Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan bahwa langkah majunya dalam bursa pemilihan ketua didorong oleh panggilan untuk menjawab tantangan kepemudaan yang masih membelenggu di Bumi Port Numbay.
“Forum ini terbuka bagi siapa saja pemuda yang memenuhi syarat. Saya siap bersaing karena di wilayah saya belum ada calon lain, sehingga itu menjadi motivasi untuk maju,” ujar Lodik.
Menurutnya, kondisi pemuda di Kabupaten Jayapura saat ini masih dihadapkan pada tantangan struktural yang kompleks, mulai dari minimnya akses terhadap pelatihan, terbatasnya lapangan kerja, hingga ancaman pengaruh negatif seperti peredaran minuman keras dan penyalahgunaan narkoba.
Ia menilai, selama ini banyak pemuda di kampung-kampung yang belum tersentuh program pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Kalau dipercayakan, saya ingin menciptakan ruang inovasi bagi pemuda, termasuk membuka peluang usaha seperti bengkel dan mebel, agar mereka punya bekal ekonomi,” katanya.
Meski telah menyatakan kesiapan maju, Lodik Ap mengaku masih menunggu keputusan resmi terkait daftar organisasi kepemudaan (OKP) yang memiliki hak suara dalam pemilihan. Hal itu akan ditetapkan melalui rapat pimpinan daerah (Rapimpurda).
“Secara komunikasi sudah berjalan dengan berbagai OKP, baik tingkat lokal maupun nasional, serta pengurus KNPI distrik. Tetapi kami masih menunggu hasil Rapimpurda untuk memastikan OKP mana saja yang menjadi peserta,” jelasnya.
Ia mengaku telah membangun komunikasi politik secara intensif dengan sejumlah organisasi pemuda di tingkat lokal dan nasional guna mengamankan dukungan, meskipun dukungan resmi baru akan terbuka setelah proses penetapan peserta pemilihan selesai.
Lodik Ap bukanlah figur baru dalam peta kepemudaan di Tanah Papua. Ia memiliki rekam jejak organisasi yang terbilang matang. Ia pernah menjabat sebagai pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jayapura periode 2010–2012, kemudian dipercaya sebagai Ketua GMKI Cabang Sarmi periode 2014–2016.
Selain itu, ia juga aktif di kepengurusan KNPI tingkat distrik dan terlibat dalam sejumlah organisasi lokal mahasiswa. Pengalaman panjang ini menjadi modal utama dalam membangun konsolidasi organisasi.
Dalam pencalonannya, Lodik Ap mengusung tema besar: “Satukan Pemuda Berinovasi, Membangun Kabupaten Jayapura”. Ia memaparkan visi untuk mewujudkan pemuda yang berdaya saing, inovatif, dan partisipatif menuju kemandirian dan kesejahteraan.
Visi tersebut dijabarkan dalam beberapa misi strategis:
1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia pemuda.
2. Mendorong partisipasi aktif pemuda dalam pembangunan daerah.
3. Membangun ekosistem kewirausahaan berbasis potensi lokal.
4. Memperkuat jaringan organisasi kepemudaan.
5. Menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Lodik menekankan bahwa penguatan identitas budaya menjadi salah satu fokus utamanya. Ia menilai generasi muda Kabupaten Jayapura saat ini mulai kehilangan akar budayanya akibat derasnya arus globalisasi dan pengaruh luar.
“Pemuda harus tahu jati dirinya dan kembali menjaga budaya lokal yang ada di Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











