Kabupaten Jayapura

Menuju Festival Budaya 14-16 April, Masyarakat Kampung Yobeh Gelar Hunting Foto Spot dan Tarian

0
×

Menuju Festival Budaya 14-16 April, Masyarakat Kampung Yobeh Gelar Hunting Foto Spot dan Tarian

Sebarkan artikel ini
Tampak Yafet Felle memandu jalannya Tarian adat di lokasi Tanjung Yobeh Sentani Kabupaten Jayapura.

Berita Papua, Sentani — Semangat kebudayaan terus bergeliat di Kampung Yobeh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Masyarakat adat setempat menggelar kegiatan hunting foto (perburuan foto) tarian dan spot budaya, Sabtu (28/3/2026), sebagai rangkaian persiapan menuju Festival Budaya yang akan berlangsung pada 14, 15, dan 16 April mendatang.

Kegiatan yang melibatkan sejumlah fotografer dari berbagai komunitas ini menjadi ajang untuk mendokumentasikan kekayaan budaya lokal, mulai dari tarian adat, mama-mama pencari ikan menggunakan perahu tradisional, hingga proses pembuatan perahu baru.

Meskipun cuaca beberapa hari terakhir diguyur hujan, antusiasme masyarakat tetap tinggi.

Ketua Tim Kerja Hunting dan Festival Budaya Masyarakat Adat Kampung Yobeh, Simson Nicky Mehhue, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mempublikasikan potensi budaya kampungnya ke khalayak luas.

“Walaupun dalam suasana cuaca beberapa hari ini hujan terus, tetapi semangat budaya terus ada dalam masyarakat untuk tampil di festival budaya mendatang,” ujar Simson.

Ia menjelaskan, hasil foto hunting ini akan dipublikasikan melalui media agar diketahui masyarakat luas di Papua, Kota Jayapura, maupun Kabupaten Jayapura. Harapannya, wisatawan nasional maupun mancanegara yang berkunjung saat penyelenggaraan event dapat turut menyaksikan.

“Semua masyarakat kampung terlibat. Ada UMKM di sini yang menjual makanan lokal seperti papeda bungkus, mujair bakar, mujair saus, semua hasil kuliner masyarakat dari Kampung Yobeh,” bebernya.

Simson menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang untuk melestarikan kearifan lokal. Kampung Yobeh sendiri telah dikenal sebagai destinasi wisata sore hari yang ramai dikunjungi anak muda untuk menikmati foto sunset.

“Ini yang membuat satu alasan kuat untuk bagaimana kita membuat satu pesta budaya untuk menampilkan budaya-budaya asli yang ada, termasuk pembuatan ukiran,” jelasnya.

Festival budaya ini juga melibatkan sejumlah kampung di sekitar Sentani Tengah, seperti Kampung Ifar Besar, Yoboi, Hobong, Abar, dan Asei. Setiap kampung akan menampilkan ciri khasnya masing-masing.

“Kami juga akan mengundang Kampung Abar yang akan menampilkan pembuatan gerabah, mereka akan datang demo di Kampung Yobeh. Terus dari Kampung Asei juga akan tampilkan mereka punya kulit kayu. Kita kolaborasi karena tujuannya sama, bagaimana pariwisata itu berkembang dengan baik,” papar Simson.

Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk memahami bahwa pariwisata dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Bagaimana ini kita punya tempat ini sudah indah, sudah bagus, tapi bagaimana kalau kita sendiri tidak kerja di dalam kampung ini, sehingga masyarakat belajar ke depannya bisa memahami apa yang dikerjakan dan kita tinggal kontrol saja,” ujarnya.

Ketua Seni Tari dan Budaya Kampung Yobeh, Yafet Felle, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga jenis tarian adat yang akan ditampilkan, yakni Tarian Perang, Tarian Penyambutan, dan Tarian Berburu.

“Sejak dahulu ketika moyang mau berburu itu mereka menari sambil berburu dan begitu hasil buruannya sudah didapatkan maka mereka menari sampai ke kampung dengan membawa hasil untuk memberi makan masyarakat,” jelas Yafet.

Sementara itu, Ondofolo Kampung Yobeh, Bernard Felle, mengungkapkan kekhasan budaya yang paling menonjol dan sakral dari kampungnya, yaitu tifa yang terbuat dari kulit manusia, baik laki-laki maupun perempuan.

“Tifa berkulit manusia itu sudah tinggal berabad-abad dan sangat sakral. Itu merupakan benda pusaka dari zaman purbakala dari moyang ke moyang hingga turun temurun,” beber Bernard.

Ia menegaskan, tifa tersebut tidak dapat digunakan sembarangan di tempat-tempat umum seperti kegiatan hunting foto maupun festival budaya tanpa izin dari pemiliknya.

Kegiatan hunting foto ini merupakan yang pertama kali dilakukan sebagai rangkaian menuju Festival Budaya Kampung Yobeh. Tim kerja berharap cuaca dalam dua minggu ke depan dapat mendukung, sehingga air danau turun dan pengunjung dapat menikmati pesta budaya dengan nyaman.

Selain tarian dan atraksi budaya, pesta nantinya juga akan dimeriahkan dengan panggung hiburan bagi masyarakat dan anak muda, menampilkan lagu-lagu daerah dengan musik tradisional serta komedi.

Festival Budaya Kampung Yobeh ini juga menjadi salah satu event menuju Festival Danau Sentani yang akan digelar pada bulan Agustus mendatang.

(Yan Mofu)