Berita Papua, Sentani — Pemerintah Distrik Ebungfauw bersama Pemerintah Kampung Kameyakha menyalurkan Dana Desa tahap I dan Bantuan Langsung Tunai BLT tahun 2026 kepada masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Distrik Ebungfauw Nelce Katerina Taime, Kepala Kampung Kameyakha Dorteis Ibo, Ketua Bamuskam Alex Ansaka, aparat kampung, dan warga Kameyakha, Jumat, 29 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Kepala Distrik Ebungfauw, Nelce Katerina Taime, S.IP. menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dan menerima bantuan dari pemerintah di tengah penyesuaian anggaran.
“Kita patut bersyukur kepada Tuhan yang sudah menjaga kita dari tahun lalu sampai hari ini. Kita juga bersyukur masih diberi kesempatan duduk bersama untuk menyaksikan penyerahan dan menerima bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anggaran Kampung Kameyakha tahun 2026 tahap pertama sudah diterima dan akan disalurkan ke tujuh program yang telah diprogramkan. Namun, Kabupaten Jayapura mengalami pemotongan anggaran akibat efisiensi dari pusat.
“Ini bukan hanya kami saja, distrik juga mengalami hal yang sama. Mungkin kita tidak mendapat dana seperti tahun-tahun sebelumnya karena ada masalah anggaran dari pusat. Tapi itu tidak mengurangi semangat kita untuk terus melayani masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah tetap melayani masyarakat dengan anggaran yang ada. Prioritas diberikan pada program yang benar-benar dibutuhkan warga, salah satunya bantuan untuk anak sekolah dan BLT.
“Tahun ini belum ada dana Otsus, jadi kita pakai Dana Desa saja. Tidak ada tambahan, tidak ada pengurangan. Saya berharap masyarakat bisa mengikuti program yang sudah dikerjakan dari tahun lalu,” ujarnya.
Untuk bantuan beasiswa, ia menjelaskan program untuk siswa SMA ke perguruan tinggi sementara ditiadakan karena belum ada data mahasiswa aktif. Ia meminta warga segera melaporkan jika ada anak yang kuliah agar bisa dianggarkan kembali.
Ia juga menekankan pentingnya pemutakhiran data kependudukan sebagai dasar penyaluran bantuan sosial.
“Data ini fondasi. Kalau data kita tidak baik, kita tidak akan dapat bantuan lagi karena gagal di data. Jangan sampai BLT hanya diterima orang itu-itu saja, sementara yang berhak justru tidak dapat. Itu karena data kita kurang bagus,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah kampung bekerja keras melakukan pendataan kelahiran, kematian, dan perubahan jumlah penduduk secara berkala agar bantuan tersalurkan tepat sasaran.
“Kalau data kita baik, kita sampaikan ke kabupaten dan pusat. Misalnya ada seribu kepala keluarga, dengan kondisi, budaya, dan kebutuhan yang jelas, maka anggaran bisa ditambah,” katanya.
Pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pembagian BLT dan memastikan dana masyarakat tetap utuh serta akan disalurkan sesuai jumlah yang ditetapkan kepala kampung.
Dalam sesi tanya jawab, warga mempertanyakan kelanjutan beasiswa untuk anak SMA yang melanjutkan kuliah, data penerima bantuan tahun sebelumnya, serta keakuratan data pemilih dan pendataan warga. Pemerintah mencatat masukan tersebut dan berkomitmen memperbaiki pendataan agar program bantuan berjalan lebih tepat sasaran.
Selanjutnya, Kepala Kampung Kameyakha Dorteis Ibo merinci penggunaan Dana Desa tahap pertama tahun 2026 sebesar Rp111.300.000 yang telah disalurkan kepada masyarakat.
“Dari Rp111.300.000 itu terbagi ke beberapa pos. Porsi pertama untuk BLT sebanyak 28 penerima dengan total anggaran Rp33 juta,” ujarnya.
Untuk bidang pendidikan, dana dialokasikan sebagai beasiswa: SD kelas 6 sebanyak 18 anak x Rp800.000 = Rp14.400.000, SMP kelas 3 sebanyak 17 orang x Rp1.000.000 = Rp17.000.000. Dan Perguruan tinggi akhir semester juga sebanyak 4 orang x Rp2.000.000 = Rp8.000.000,” Jelasnya.
Untuk program lain tahap pertama meliputi PKK Rp7.000.000, pembersihan kampung Rp5.000.000, indeks desa Rp5.000.000, dan pengadaan bibit kakao Rp15.000.000.
“Total yang hari ini kita salurkan ke masyarakat nominalnya Rp104.400.000. Itu untuk tahap pertama. Masih tersisa Rp6.900.000. Sisa dari BLT tersebut akan dipakai untuk menambah penerima BLT yang layak tapi belum terdata, atau dikembalikan ke kas desa sesuai aturan,” ucapnya.
Untuk tahap kedua, pemerintah kampung menganggarkan sekitar Rp190.300.000. Program yang direncanakan antara lain operasional, insentif Paud, bantuan SMP, renovasi teras Paud, beasiswa, bantuan lansia, insentif kader Posyandu dan malaria, renovasi sambatan, BUMKam, air bersih, MCK umum, Karang Taruna, keramba ikan, bibit kakao, dan bantuan ternak babi.
Penyaluran tahap kedua akan dilakukan setelah laporan pertanggungjawaban tahap pertama selesai dan diajukan ke kabupaten.
Kepala Kampung juga menyampaikan bahwa penerima BLT tahap ini diprioritaskan bagi warga yang belum mendapat bantuan lain dari pemerintah seperti PKH, bansos, atau beras putih.
“Saya berharap penerima BLT gunakan dana ini dengan baik untuk kebutuhan keluarga dan anak sekolah. Dana ini tidak selamanya ada. Selagi masih ada berkat dari pemerintah pusat, kita manfaatkan untuk kebutuhan yang benar-benar prioritas,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











