Berita Papua, Sentani — Tokoh masyarakat Sentani, Ramses Wally, meminta agar sejarah peringatan 100 tahun masuknya Injil di Sentani diluruskan.
Sebab menurutnya, saat ini terdapat tumpang tindih informasi terkait lokasi dan titik awal masuknya Injil di wilayah tersebut.
Permintaan itu disampaikan Ramses menyusul adanya 2 kegiatan peringatan 1 abad Injil yang digelar di kampung berbeda dalam wilayah yang sama, yakni di Kampung Yakonde dan Kampung Bhulende.
“Saya sebagai penduduk Kampung Babrongko sesuai undangan panitia di Yakonde, saya harap sejarah 100 tahun ini perlu dijelaskan dan diluruskan,” ujar Ramses di Sentani, Jumat (1/5/2026).
Ia menyoroti 2 perayaan yang berlangsung di kawasan yang berdekatan.
“Satu abad itu tumpang tindih. Dalam arti, Yakonde buat sendiri dan di Bhulende juga ada. Dari dua kegiatan ini dengan daerah yang sama, mulai menjadi pertanyaan: yang sebenarnya di mana?” katanya.
Ramses secara khusus meminta Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, melalui Klasis Sentani, untuk memberikan penjelasan historis yang akurat.
“Kalau 100 tahun, satu abad itu sebenarnya Injil dari Genyem itu dimulainya dari mana. Apakah memang dari Yakonde ataukah dari Bhulende? Ini yang perlu kita luruskan supaya ke depan tidak ada lagi tumpang tindih program seperti ini,” tegasnya.
Menurut Ramses, sejarah gereja harus dibicarakan dengan jujur karena menyangkut kebenaran dan Firman Tuhan. Ia menyebut Genyem sebagai “Mansinam kedua bagi Tanah Tabi” merujuk pada pulau di Manokwari yang menjadi tempat masuknya Injil pertama kali di Papua.
“Semua cerita harus kita luruskan sehingga tidak lagi jadi tumpang tindih. Sebab pintu masuk Injil di Sentani bermula dari Yakonde. Yakonde merupakan kampung transit, tempat semua pekerja Tuhan disiapkan dari Genyem,” jelasnya.
Ramses menegaskan bahwa program pekabaran Injil, khususnya di Klasis Sentani, harus diluruskan secara benar, adil, dan jujur.
“Karena ini tentang kebenaran. Yang kita bicara harus benar, sebab nilainya adalah nilai kesaksian yang kita ungkapkan dalam kata dan perbuatan,” ujarnya.
“Jangan kita bolak-balik. Jangan hal yang tidak benar kita jadikan benar. Kan hukumannya, kita yang tanggung juga,” tambahnya.
Peringatan 1 abad Injil di Kampung Yakonde sendiri disebut Ramses dihadiri oleh Wakil Ketua I Sinode GKI di Tanah Papua beserta sejumlah pendeta sinode. Turut hadir pula Wakil Gubernur Papua didampingi istri, serta Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Papua.
(Yan Mofu)











