Kabupaten Jayapura

Dari Ujung Perbatasan Sarmi: UMKM “Inger Wewal” Minta Pemerintah Bantu Pasarkan Olahan Pangan Lokal

0
×

Dari Ujung Perbatasan Sarmi: UMKM “Inger Wewal” Minta Pemerintah Bantu Pasarkan Olahan Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini
Tampak Kordinator Wilayah IV Kelompok Inger Wewal Kampung Sawe Suma, Novilla Maria Aru saat melakukan praktek pembuatan kue.

Berita Papua, Sentani — Di ujung Wilayah IV Kabupaten Jayapura, tepatnya Kampung Sawe Suma Distrik Unurumguai yang berbatasan dengan Sarmi, ada kelompok perempuan yang bertahan mengolah pangan lokal. Namanya Kelompok “Inger Wewal”.

Mereka ikut Pelatihan Kuliner UMKM Kabupaten Jayapura 2026 yang digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Jayapura, dengan satu harapan besar; agar produk sagu, singkong, dan ubi olahan mereka bisa dikenal lebih luas.

“Kami datang dari jauh. Harapan kami pemerintah bisa bantu promosikan, supaya usaha di wilayah empat ini bisa berkembang,” ujar Novilla Maria Aru, Koordinator Wilayah IV sekaligus Ketua Kelompok Inger Wewal, Kamis (9/7/2026) di sela pelatihan.

Kelompok Inger Wewal memiliki 60 anggota. Namun yang aktif di rumah produksi hanya 5 orang. Rumah produksi itu sudah berjalan sejak 2022.

Sistemnya masih sederhana. “Kami jualan di rumah produksi. Kalau ada pesanan baru kami buatkan, baru kami antar,” kata Novilla yang datang bersama 1 rekannya mewakili wilayah IV.

Produk andalan mereka adalah kue dan makanan dari sagu, singkong, dan ubi. Tapi omsetnya belum bisa naik.

“Omset per bulan kisaran 3 juta. Keuntungannya kami simpan lagi jadi modal, diputar lagi,” jelasnya.

Penyebabnya klasik: jarak dan biaya. Dari kampung ke Sentani butuh waktu 4 jam perjalanan. Ongkos kirim mahal, pengiriman susah.

“ Kendala kami transportasi. Cukup mahal, cukup jauh. Apalagi kalau kirim ke kota, kami kewalahan dengan biaya,” ungkapnya.

Ditambah lagi, transaksi masih manual. “Kami belum pakai QRIS. Masih pakai uang tunai. Mama-mama di sana belum paham sistem pembayaran itu,” tambahnya.

Kelompok Inger Wewal adalah binaan Dinas Koperasi dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Jayapura.

Bagi Novilla, pelatihan 3 hari ini penting untuk menambah keterampilan. Tapi yang lebih penting lagi adalah keberlanjutan pasar.

Ia berharap setelah pelatihan, Pemkab Jayapura tidak berhenti di pelatihan saja.

“Tolong lihat kami, tolong bantu promosikan produk kami. Biar UMKM di daerah pedalaman seperti kami juga bisa maju,” pungkasnya.

Jika akses promosi dan transportasi dibenahi, olahan pangan lokal dari perbatasan ini punya peluang besar untuk masuk pasar Sentani dan Jayapura.

(Yan Mofu)