Kabupaten Jayapura

Dinkes Jayapura: Keterlambatan CKN Picu Miskomunikasi di Puskesmas Waibu, Pelayanan Kembali Normal

0
×

Dinkes Jayapura: Keterlambatan CKN Picu Miskomunikasi di Puskesmas Waibu, Pelayanan Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote.

Berita Papua, Sentani — Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote telah melakukan survei langsung ke Puskesmas Waibu terkait gangguan pelayanan yang terjadi beberapa hari lalu.

Hasilnya, permasalahan utama adalah keterlambatan pembayaran jasa medik CKN selama 2 bulan yang memicu miskomunikasi antara petugas, bendahara, dan Kepala Puskesmas.

“Kami sudah konfirmasi ke semua petugas, penanggung jawab program, dan juga ke kepala Puskesmas. Masalah yang dipersoalkan terkait pembayaran jasa medik CKN yang menurut teman-teman di Puskesmas belum dibayarkan 2 bulan,” ujar petugas Dinkes, Selasa (21/7/2026).

“Setelah kita telusur ternyata untuk 2 bulan itu memang belum dicairkan. Tapi katanya kemarin sudah dicairkan. Sudah dibayarkan oleh Bendahara Puskesmas,” lanjutnya.

Dengan sudah dicairkannya dana tersebut, Dinkes memastikan pelayanan di Puskesmas Waibu sudah berjalan kembali normal.

“Prinsipnya pelayanan sudah berjalan kembali. Untuk hal-hal lain kami berharap teman-teman harus punya semangat bersama. Prioritasnya adalah bagaimana kita bisa memberikan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah Distrik Waibu,” tegasnya.

Dinkes juga telah memanggil Kepala Puskesmas untuk klarifikasi. Ke depan, komunikasi dan transparansi di internal Puskesmas diminta untuk terus dijaga.

“Kami sudah sampaikan agar hal-hal yang menjadi hak pegawai harus bisa diprioritaskan sehingga tidak menimbulkan konflik internal yang terjadi di Puskesmas,” katanya.

Dinkes mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan layanan kesehatan di Puskesmas Waibu dan tidak terpengaruh informasi yang tidak bertanggung jawab.

“Masyarakat tetap melakukan pengobatan, pemeriksaan, tetap melaksanakan. Tidak boleh terpengaruh dengan hal-hal yang disampaikan oleh media-media yang tidak bertanggung jawab. Pelayanan kita buka untuk masyarakat di wilayah Waibu,” imbaunya.

Terkait isu internal lainnya, Dinkes menyebut hal itu merupakan urusan personal dan tidak berpengaruh pada pelayanan.

“Kalau itu personal. Kalau itu tidak terlalu berpengaruh,” pungkasnya.

(Yan Mofu)