Kabupaten Jayapura

Isu Gubernur Dukung Calon Ketua Adat Tabi Dibantah, Ramses Wally: Itu Pencemaran Nama Baik

0
×

Isu Gubernur Dukung Calon Ketua Adat Tabi Dibantah, Ramses Wally: Itu Pencemaran Nama Baik

Sebarkan artikel ini
Tokoh masyarakat Tabi, Ramses Wally.

Berita Papua, Sentani — Isu yang menyebut Gubernur Papua mendukung salah satu calon Ketua Dewan Adat Tabi dibantah keras.

Tokoh masyarakat Tabi, Ramses Wally, menegaskan isu tersebut tidak benar dan sengaja dihembuskan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.

“Isu tentang Gubernur siapkan orang untuk mendukung seseorang menjadi Ketua Adat Tabi, saya rasa itu isu yang tidak benar. Isu ini justru merusak nama baik Bapak Gubernur yang harus kita jaga bersama,” tegas Ramses dalam keterangannya di sebuah kafe di Sentani, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, Gubernur sebagai anak adat Tabi justru tidak ingin mencampuri urusan adat. Pemilihan Ketua Dewan Adat Tabi harus berjalan secara alamiah sesuai aturan adat, bukan karena disposisi atau intervensi dari gubernur.

“Pada prinsipnya Gubernur juga adalah anak adat dan beliau tidak mau ikut campur dalam urusan adat. Pemilihan ketua itu harus terjadi secara adat dan alamiah, bukan karena Gubernur menunjuk seseorang harus menjadi Ketua Dewan Adat Tabi,” ujarnya.

Ia menilai isu tersebut dimainkan oleh oknum tokoh adat Tabi sendiri yang saat ini mendapat kepercayaan dan berada di lembaga-lembaga pemerintahan.

“Mereka punya kepentingan baru, lalu mengatasnamakan Gubernur bahwa harus calon ini yang menjadi Ketua Adat. Sekali lagi saya sampaikan, akhirilah cara-cara permainan dan pola-pola seperti ini,” kata Ramses.

Ramses mengingatkan agar pemilihan organisasi adat tidak dikotori dengan kepentingan pribadi dan kelompok.

“Karena ini adalah pemilihan untuk organisasi adat, maka harus berjalan berdasarkan aturan adat. Jangan dikotori dengan kepentingan pribadi dan kelompok, lalu dibawa dalam kepentingan adat,” tegasnya.

Ia meminta oknum yang menjual nama baik Gubernur untuk segera menghentikan cara-cara tersebut.

“Kepada oknum-oknum yang menjual nama baik Gubernur, saya minta supaya diakhiri, jangan bermain cara-cara seperti itu. Cara seperti ini sama saja memalukan dan merusak nama baik Gubernur,” pungkasnya.

(Yan Mofu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *