Kabupaten Jayapura

Buka Konferensi Adat, Gubernur Fakhiri: Masyarakat Adat Bukan Objek, Tapi Penentu Arah Pembangunan Papua

0
×

Buka Konferensi Adat, Gubernur Fakhiri: Masyarakat Adat Bukan Objek, Tapi Penentu Arah Pembangunan Papua

Sebarkan artikel ini
Tampak Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri didampingi Bupati Jayapura, Yunus Wonda usai membuka Konferensi III Masyarakat Adat dan Konferensi I Pemuda Wilayah Mamta-Tabi Tahun 2026 di Sentani.

Berita Papua, Sentani — Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan masyarakat adat bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan subjek utama yang menentukan arah pembangunan di Tanah Papua.

Penegasan itu disampaikan Gubernur saat membuka Konferensi III Masyarakat Adat dan Konferensi I Pemuda Wilayah Mamta-Tabi Tahun 2026 di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (7/10/2026).

Konferensi yang berlangsung 7-9 Oktober 2026 ini mengusung tema “Selamatkan Manusia, Tanah dan Sumber Daya Alam Papua” dengan sub tema “Masyarakat dan Pemuda Adat Bangkit Bersatu Menjaga Kekayaan Alam dan Budaya Mamta-Tabi”.

Menurut Gubernur Fakhiri, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Papua saat ini yang tidak boleh hanya diukur dari fisik dan pertumbuhan ekonomi.

“Kemajuan tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kemajuan harus berjalan seiring dengan perlindungan manusia, penghormatan terhadap adat dan budaya, serta keberlanjutan tanah, hutan dan sumber daya alam yang menjadi warisan bagi generasi mendatang,” ujar Fakhiri dalam sambutannya.

Ia menilai konferensi ini menjadi wadah konsolidasi penting untuk meneguhkan komitmen bersama menjaga manusia dan alam Tabi tetap berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, saya menyampaikan apresiasi kepada Dewan Adat Papua Wilayah Mamta-Tabi dan panitia pelaksana yang telah menggagas konferensi ini,” katanya.

Gubernur berharap konferensi tidak berhenti sebagai forum diskusi seremonial, melainkan menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa diterjemahkan menjadi kebijakan.

“Saya berharap konferensi ini tidak berhenti sebagai forum diskusi. Saya ingin hasilnya berupa gagasan, rekomendasi dan komitmen yang dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata,” harapnya.

Fakhiri menekankan semangat kolaborasi dalam membangun Papua, sesuai visi Papua Cerah yakni Terwujudnya Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera dan Harmoni.

“Papua tidak dapat dibangun oleh pemerintah semata. Papua hanya akan maju apabila pemerintah, masyarakat adat, pemuda, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh perempuan dan seluruh elemen berjalan bersama dalam semangat gotong royong dan persaudaraan,” tuturnya.

“Mari kita jadikan Mamta-Tabi sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, menjaga identitas dan kearifan lokal, serta memastikan pembangunan hari ini tidak mengorbankan hak dan masa depan generasi Papua,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H. selaku tuan rumah menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan Kabupaten Jayapura menjadi lokasi pelaksanaan konferensi.

“Sebagai tuan rumah, saya merasa bangga dan terhormat menerima kehadiran para peserta dari berbagai daerah. Terima kasih kepada seluruh kepala daerah yang telah mendukung dengan mengirimkan delegasi,” ucap Yunus Wonda.

(Yan Mofu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *