Kabupaten Jayapura

Pemkab Jayapura Go To Campus: Dari Kampus STIPER, Cetak Pengusaha Muda Melek OSS

0
×

Pemkab Jayapura Go To Campus: Dari Kampus STIPER, Cetak Pengusaha Muda Melek OSS

Sebarkan artikel ini
Tampak Asisten II Pemkab Jayapura Abdul Rahman Baari bersama Kepala DPM PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon dan Ketua STIPER Sentani Dr. Selvia Tharukliling usai membuka kegiatan Hp To Campus.

Berita Papua, Sentani — Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi membuka program DPM-PTSP Go To Campus 2026 di Kampus STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura, Rabu (8/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Dari Kampus Untuk Investasi, Kewirausahaan dan Inovasi Pelayanan Kabupaten Jayapura” dengan tagline “Kenal OSS, Kenal Investasi, Bangun Usaha, Jayapura Maju” ini dihadiri Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri yang mewakili Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., Kepala DPM-PTSP Gustaf Griapon, perwakilan Bank Indonesia, OJK Papua, Bursa Efek Indonesia Papua, Telkomsel, BPJS Ketenagakerjaan, Ketua Yayasan STIPER, serta 100 mahasiswa.

Mewakili Bupati Jayapura, Abdul Rahman Basri menegaskan kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi seremonial, melainkan ruang untuk membangun pola pikir generasi muda agar mengambil bagian dalam pembangunan.

“Mahasiswa bukan hanya masa depan Jayapura, tetapi juga bagian dari pembangunan hari ini. Saya mengajak mahasiswa untuk tidak hanya berpikir setelah lulus mencari pekerjaan, mulai berpikir apa yang dapat saya ciptakan, usaha apa yang dapat saya bangun,” ujar Basri membacakan sambutan Bupati.

Ia menjelaskan Kabupaten Jayapura memiliki potensi besar di pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif yang membutuhkan generasi muda kreatif dan melek teknologi.

“Khusus kepada mahasiswa STIPER, saya berharap ilmu praktik yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha dan inovasi. Jangan hanya menjual hasil dalam bentuk bahan mentah, tetapi kembangkan produk olahan, manfaatkan teknologi, gunakan pemasaran digital, dan bangun agribisnis,” katanya.

Terkait legalitas usaha, Basri mengajak mahasiswa mengenal Online Single Submission (OSS) dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Dalam membangun usaha, kreativitas harus berjalan bersama pemahaman terhadap aturan. Kenali OSS, pahami NIB dan jangan ragu berkonsultasi dengan DPM-PTSP. Pemerintah harus hadir memberikan layanan yang mudah, cepat, transparan dan memberikan kepastian,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar cerdas mengelola keuangan dan tidak terjebak investasi ilegal.

“Jangan mudah tergoda keuntungan besar dalam waktu singkat. Kenali lembaganya, pahami produknya, pelajari risikonya, dan pastikan legalitasnya. Jangan berinvestasi karena ikut-ikutan, tetapi berinvestasilah karena memahami,” tegasnya.

Mengakhiri sambutan, Basri mengajak mahasiswa menjadi pelaku pembangunan dengan semangat Kasih Mempersatukan Perbedaan.

“Pemerintah tidak dapat membangun Jayapura sendirian. Jika melihat masalah, pikirkan solusinya. Jika melihat peluang, tangkap. Dari ilmu kita ciptakan inovasi, dari inovasi kita bangun usaha, dari usaha kita ciptakan lapangan kerja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, S.T., M.Sos., memastikan program Go To Campus akan berkelanjutan.

“Tahun ini kita akan fokus dari tujuh perguruan tinggi yang ada, ada dua yang akan kita fokus. Tahun depan kita baru masuk di lima perguruan tinggi lagi,” ujar Gustaf.

Menurutnya, tujuan utama adalah mensosialisasikan tupoksi DPM-PTSP dan mendampingi mahasiswa yang memiliki potensi bisnis hingga memiliki NIB.

“Kami akan data mahasiswa yang punya potensi bisnis ini, kita dorong sampai mereka punya Nomor Induk Berusaha. Dan mungkin kita bisa menjadi hubungan antara mereka dengan mitra-mitra lain. Ke depan target kita juga bisa masuk ke SMK-SMK yang ada di Kabupaten Jayapura,” jelasnya.

Ketua STIPER Santo Thomas Aquinas Jayapura, Dr. Sellvia Tharukliling, S.Pt., M.P., mengapresiasi STIPER dipercaya sebagai kick-off perdana.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura karena sudah memilih STIPER sebagai kick-off pertama. Kami memiliki mahasiswa yang potensial sebagai calon entrepreneurship di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan,” ujar Sylvia.

Ia menilai kehadiran mitra seperti OJK, BI, BEI, Telkomsel dan BPJS Ketenagakerjaan sangat membuka wawasan mahasiswa yang selama ini terasa jauh.

“Banyak mahasiswa kami sudah punya embrio bisnis meski skala kecil. Harapannya wawasan mereka terbuka dan bisa difasilitasi, karena mereka adalah anak-anak Papua pemilik masa depan. Mereka harus diajarkan sejak dini bagaimana berbisnis yang legal,” tutupnya.

(Yan Mofu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *