Berita Papua, Jayapura — Duka menyelimuti Kota Jayapura. Dalam rentang waktu kurang dari 48 jam, 2 peristiwa tenggelam terjadi di 2 pantai berbeda di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota, merenggut 3 nyawa sekaligus, 2 mahasiswa muda dan seorang pria paruh baya yang gugur saat berusaha menyelamatkan seorang anak.
Musibah pertama terjadi pada Rabu, 18 Februari 2026, sekitar pukul 11.35 WIT, di kawasan Pantai Base’G bagian kiri, Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara. 2 mahasiswa perguruan tinggi di Jayapura, Virgo (28) dan Charles (22), tenggelam saat berenang di lokasi tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi mata, peristiwa bermula ketika para korban berenang dan tiba-tiba terseret arus. Dalam upaya menolong rekannya yang lebih dahulu terbawa ombak, Charles justru ikut terseret dan tak berhasil menyelamatkan diri.
Tim SAR gabungan dari Direktorat Polairud Polda Papua, Polresta Jayapura Kota, Polsek Jayapura Utara, dan Basarnas Kota Jayapura segera dikerahkan. Charles ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada sore hari yang sama. Sementara Virgo baru ditemukan keesokan harinya, Kamis 19 Februari 2026, sekitar pukul 15.10 WIT, dan dievakuasi ke RS Bhayangkara Tk. III Jayapura.
Belum sempat duka atas kejadian pertama mereda, tragedi ke-2 kembali terjadi. Pada Kamis, 19 Februari 2026, sekitar pukul 12.20 WIT, di Pantai Holtekamp Kilometer 11, Distrik Abepura, seorang pria bernama Kaibu (58) meninggal dunia setelah terseret ombak ketika berupaya menyelamatkan seorang anak yang lebih dahulu terbawa arus.
Kaibu sempat dibawa keluarganya ke Rumkital dr. Soedibjo Sardadi Jayapura, namun nyawanya tak tertolong. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Benar, dalam dua hari ini terdapat dua kejadian laka laut di wilayah Kota Jayapura yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban,” ujar Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen
Kombes Fredrickus menegaskan bahwa sebagian besar kejadian tenggelam dipicu oleh kondisi gelombang yang cukup kuat serta aktivitas berenang yang tidak memperhitungkan arus. Ia mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat yang hendak berwisata ke pantai.
“Kami mengimbau agar masyarakat memperhatikan ombak tinggi, arus kuat, maupun cuaca yang tidak bersahabat. Jangan memaksakan diri dan selalu utamakan keselamatan,” tegasnya.
Kapolresta juga mengedukasi masyarakat dengan sejumlah langkah pencegahan: selalu memantau kondisi cuaca dan gelombang sebelum berenang, tidak berenang sendirian, dan segera meminta bantuan apabila melihat tanda-tanda bahaya atau orang yang terseret arus.
Sebagai langkah preventif, Polresta Jayapura Kota melalui Satuan Polairud akan mengintensifkan patroli di kawasan perairan dan pantai, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pemasangan papan peringatan di titik-titik rawan.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Rekreasi adalah untuk kebahagiaan, bukan untuk mempertaruhkan nyawa. Mari kita lebih bijak dan waspada saat beraktivitas di wilayah perairan,” pungkasnya.
3 korban jiwa dalam 2 hari adalah angka yang tidak boleh dianggap biasa. Di balik deburan ombak pantai-pantai indah Jayapura tersimpan bahaya nyata yang bisa merenggut siapa saja termasuk mereka yang datang dengan niat mulia untuk menolong sesama. Kewaspadaan bukan pilihan, melainkan keharusan.
(Redaksi)











