Berita Papua, Sentani — Ketua Forum Peduli Kemanusiaan (FPK), Manase Bernard Taime, mempertanyakan tindak lanjut laporan warga kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Jayapura, menyusul tenggelamnya Speedboat Viber 24 speed bermesin Johnson 40 PK di Danau Sentani pada 13 Februari 2026 lalu. Hingga Rabu (17/2/2026), belum ada respons nyata dari pihak berwenang, sementara anak-anak sekolah di Kampung Ifale kian terdampak akibat hilangnya satu-satunya armada transportasi danau mereka.
Insiden bermula ketika speedboat tersebut mengangkut penumpang dari Kampung Ifale, Distrik Sentani, yang baru pulang dari acara tahun baru menuju Dermaga Enggele. Di tengah perjalanan, speedboat tiba-tiba terbalik. Seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju dermaga. Namun speedboat beserta mesin Johnson-nya tenggelam ke dasar Danau Sentani dan hingga kini belum berhasil diangkat.
“Masyarakat sudah memasukan surat permintaan bantuan kepada kantor pencarian dan pertolongan, setelah insiden tersebut,” ujar Manase di Sentani, Rabu (17/2/2026)
Ia menyebut, setelah surat yang disampaikan oleh masyarakat, hingga saat ini belum ada tanda-tanda untuk pencarian Speedboad tersebut, sementara fasilitas itu diperuntukan bagi anak-anak sekolah di Kampung Ifale dan sekitarnya.
Taime juga bilang kalau saat ini belum ada fasilitas pengganti yang bisa digunakan untuk mengangkut anak-anak sekolah, oleh sebab itu diperlukan kerja samanya dari pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan agar Speedboad yang tenggelam ini bisa diangkat dari dasar Danau
“Beberapa hari lalu anak-anak sekolah harus menumpang di speedboad umum yang tidak sesuai dengan waktu mereka ke sekolah,” katanya
Menurutnya, seluruh masyarakat di Kampung juga harus bergotong royong untuk melakukan pencarian terhadap fasilitas transportasi tersebut sehingga bisa dipergunakan kembali untuk kepentingan anak-anak sekolah. Faktor kelalaian dari sang motoris juga menjadi bagian penting untuk diminta pertanggung jawabannya, karena penumpang yang dimuat saat itu melebihi jumlah normalnya angkutan didalam Speedboad
“Besar harapan kami agar pihak-pihak yang berwenang dapat merespon permintaan masyarakat, secara khusus kantor pencarian dan pertolongan jayapura,” pungkasnya.
(Engel Wally)











