Berita Papua, Jayapura — Tim SAR gabungan yang dipimpin Satuan Polair Polresta Jayapura Kota berhasil menemukan jasad warga negara Papua Nugini (PNG) yang dilaporkan hilang setelah diserang buaya di Sungai Skow Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Rabu (11/2) pagi.
Korban ditemukan setelah operasi pencarian intensif yang melibatkan Basarnas, Polsek Muara Tami, Pos TNI Angkatan Laut, Babinsa, serta masyarakat Kampung Skow Sae. Jasad korban langsung dievakuasi ke darat untuk penanganan lebih lanjut.
Tragedi bermula pada Selasa (10/2) ketika korban bersama rekannya berupaya mengambil perahu kayu (kole-kole) milik mereka yang hanyut terbawa arus sungai. Keduanya memutuskan berenang menyeberangi Sungai Skow Sae untuk mengejar perahu tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saat berada di tengah aliran sungai, korban tiba-tiba diserang buaya. Rekan korban yang turut berenang tidak dapat berbuat banyak dan segera menyelamatkan diri ke tepian sungai.
Saksi mata kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Muara Tami untuk segera ditindaklanjuti. Laporan kehilangan ini memicu mobilisasi cepat tim SAR gabungan yang langsung melakukan pencarian pada keesokan harinya.
Operasi pencarian dilakukan secara sistematis dengan menyisir aliran Sungai Skow Sae. Setelah upaya pencarian intensif, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi korban.
Kepala Polresta Jayapura Kota, Komisaris Besar Polisi Fredrickus W.A. Maclarimboen, memberikan apresiasi atas sinergi dan kerja cepat seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Namun, ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai yang diketahui menjadi habitat satwa liar berbahaya seperti buaya.
“Polri akan terus hadir dan bersinergi dengan seluruh pihak dalam setiap kegiatan kemanusiaan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mengambil risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa,” ujar Kapolresta.
Sungai-sungai di wilayah Papua, termasuk Sungai Skow Sae, dikenal sebagai habitat alami buaya muara (Crocodylus porosus), spesies buaya terbesar dan paling berbahaya di dunia. Reptil predator ini dapat mencapai panjang lebih dari enam meter dan memiliki kekuatan gigitan yang sangat mematikan.
Serangan buaya terhadap manusia di Papua bukanlah kejadian pertama. Aktivitas masyarakat seperti mandi, mencuci, menangkap ikan, atau menyeberangi sungai tanpa pengamanan memadai kerap berujung pada insiden fatal.
(Redaksi)











