Berita

Anggota DPRK Biak Numfor Tinjau Lokasi Tanah Adat Untuk Pembangunan Batalyon TP 858/MSB

0
×

Anggota DPRK Biak Numfor Tinjau Lokasi Tanah Adat Untuk Pembangunan Batalyon TP 858/MSB

Sebarkan artikel ini
Tampak perwakilan keluarga Rejauw menyerahkan aspirasi kepada anggota DPRK Biak Numfor. (Ist)

Berita Papua, Biak — 4 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Biak Numfor melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Batalyon TP 858/MSB di Kampung Makmakerbo, Kecamatan Oridek, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (24/1/2026).

Kunjungan yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 14.15 WIT ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRK Dapil 3 Menyawan Yawan, bersama Anggota DPRK Komisi 1 Alfrida Tumanan, serta anggota DPRK pengangkatan wilayah Apsalon Rumkorem dan Yusias Suabra.

Peninjauan ini dilakukan menyusul adanya demo penolakan dari sebagian kelompok masyarakat di kantor DPRK Biak Numfor terkait pembangunan Batalyon TP 858/MSB di Biak Timur. Sebagai wakil rakyat, khususnya dari kelompok adat dan Komisi 1 yang membawahi Pemerintahan, Hukum, HAM dan Politik, anggota DPRK turun langsung guna mendengar aspirasi pemilik tanah.

Dalam pertemuan tersebut, hadir 8 perwakilan pemilik tanah adat dari 9 marga, yakni Rejauw, Fairyo, Rumawak, Farwas, Makmaker, Ansek, Arfayan, Sanadi, dan Kampa. Mereka diwakili oleh Bernad Rejauw, Lukas Makmaker, Sefnat Rejauw, Melindungi Anssed, Habel Makmaker, Dominggus Ko, Uridek Makmaker, dan Daniel.

Bernad Rejauw mewakili 9 marga pemilik tanah menegaskan bahwa masyarakat mendukung program nasional dengan menghibahkan tanah seluas 56 hektare kepada negara untuk pembangunan Batalyon TP 858/MSB.

“Kami tidak menjual tanah, tetapi menghibahkan kepada negara dalam hal ini TNI untuk membangun Batalyon TP 858/MSB demi kepentingan keluarga marga Rejauw dan marga-marga terkait yang ada di atas tanah Spit Auwri ini,” ujar Rejauw saat orasi.

Rejauw menjelaskan, penghibahan tanah tersebut disertai dengan 4 permintaan masyarakat setempat.

“Rumah layak huni, air bersih dan listrik dikarenakan aksesnya agak susah di jangkau, peluang untuk anak-anak mereka dari 9 marga pemilik tanah beserta keturunannya bisa mendapatkan kesempatan untuk masuk menjadi prajurit TNI,” bebernya.

Ia berharap, masyarakat dapat merasakan manfaat dari kehadiran Batalyon Teritorial Pembangunan yang meliputi bidang pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, kesehatan, dan zeni untuk membantu masyarakat di Distrik Biak Timur.

Bernad Rejauw juga secara simbolis menyerahkan berkas dokumen aspirasi kepada anggota DPRK Kabupaten Biak Numfor dengan harapan permasalahan yang selama ini terjadi dapat dihentikan.

“Kami masyarakat mendukung program nasional demi kehidupan dan masa depan anak-anak Papua penerus bangsa Indonesia,” pungkasnya.

(Redaksi)