Berita

Penutupan Rakerwil Tidak Hanya Agenda Seremonial, Tetapi Menjadi Transformasi Hidup Pelayanan Tuntaskan Anamat Agung Tuhan

0
×

Penutupan Rakerwil Tidak Hanya Agenda Seremonial, Tetapi Menjadi Transformasi Hidup Pelayanan Tuntaskan Anamat Agung Tuhan

Sebarkan artikel ini
Tampak Sekretaris Badan Pengurus Daerah GBI Teluk Cenderawasih Provinsi papua Pdt. Herman Taco bersama peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).

Beritapapua.co, Waropen — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kabupaten Waropen resmi ditutup, Kamis (26/3/2026). Penutupan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan puji-pujian dari Tim Praise and Worship GBI City of Praise ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial belaka, tetapi ditekankan sebagai titik balik transformasi hidup bagi seluruh jemaat dan para pemimpin gereja.

Ibadah penutupan yang dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Badan Pengurus Daerah GBI Teluk Cenderawasih, Provinsi Papua, Pdt. Herman Taco. Bertindak sebagai tuan rumah, seluruh jemaat serta para pendeta madya dan pendeta pratama se-Waropen tampak mengikuti rangkaian ibadah dengan sukacita.

Dalam khotbahnya, Pdt. Herman Taco mengangkat tema besar “Pelayanan Firman Tuhan adalah Transformasi Hidup, Penyucian dan Perubahan Karakter”. Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah organisasi gereja, termasuk GBI di Waropen, tidak akan pernah melampaui kualitas integritas dan karakter para pemimpinnya.

“Kita boleh berinovasi, menyusun program strategis dan anggaran sebaik mungkin, tetapi kualitas dan karakter para gembala yang dipercayakan Tuhan melayani di kebun anggur-Nya tidak akan melampaui integritas dan karakter yang mencerminkan Kristus,” ujar Pdt. Herman Taco di hadapan para peserta rapat.

Ia menjelaskan, Tuhan tidak sedang mencari program yang hebat karena program dapat berubah setiap tahun. Sebaliknya, Tuhan mencari pribadi yang mau diubahkan. “Rakerwil ini bukan sekadar pindah dari satu agenda ke agenda lain, tetapi pindah dari karakter lama ke karakter baru yang serupa dengan Kristus,” tegasnya.

Mengutip sejumlah ayat Alkitab seperti Roma 12:1-2, 2 Korintus 7:1, 2 Korintus 5:20-21, dan 2 Tawarikh 16:9, Pdt. Herman Taco menekankan bahwa transformasi sejati dimulai dari keputusan radikal yang sungguh-sungguh, bukan sekadar perencanaan administratif.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam pelayanan bukan berasal dari faktor eksternal, melainkan dari egoisme internal. “Musuh terbesar kita bukan dari luar, melainkan ego dari dalam diri sendiri, cara pandang kita. Ego yang menganggap bahwa seseorang paling berjasa atau paling benar,” ungkapnya.

Pdt. Herman Taco secara khusus menyoroti pentingnya penyucian diri bagi para pejabat GBI, baik yang berpredikat pendeta, penginjil, maupun gembala jemaat. Ia mengutip 2 Korintus 7:1 sebagai pengingat bahwa tidak ada alasan bagi mereka yang melayani untuk berperilaku seperti orang di luar Tuhan.

Di akhir arahannya, ia menyampaikan bahwa meskipun berbagai program strategi dan anggaran telah disusun selama dua hari pelaksanaan Rakerwil, namun semuanya akan sia-sia jika tidak dilandasi oleh hati yang mau bertobat dan rela bekerja.

“Kiranya Rakerwil ini tidak hanya menjadi agenda seremonial saja, tetapi terjadi transformasi dalam hidup kita untuk memikul tanggung jawab pelayanan serta menuntaskan amanat agung Tuhan Yesus. Amin,” pungkasnya.

(Yan Mofu)