Berita

Teknologi Pengolahan Air Minum DaguaFlo Asal Kanada Mampu Ubah Air Laut dan Sungai Jadi Air Minum Instan

0
×

Teknologi Pengolahan Air Minum DaguaFlo Asal Kanada Mampu Ubah Air Laut dan Sungai Jadi Air Minum Instan

Sebarkan artikel ini
Direktur Pemasaran Dag Water (Indonesia), James W. V. Woisiri, ST, MT.

Berita Papua, Jayapura — Sebuah teknologi pengolahan air minum ekologis bernama DaguaFlo asal Kanada diklaim mampu mengubah berbagai sumber air, termasuk air laut, danau, sungai, hingga air tanah, menjadi air minum langsung layak konsumsi dalam satu proses mesin terintegrasi.

Direktur Pemasaran Dag Water (Indonesia), James W. V. Woisiri menyampaikan bahwa teknologi ini menawarkan solusi praktis bagi daerah yang kesulitan akses air bersih.

“Air masuk ke mesin ini, keluar sudah berkualitas langsung minum. Makanya kalau pemda-pemda tidak ada air minum, 1 kabupaten cukup beli alat satu saja,” ungkap James kepada BeritaPapua.co, Sabtu (18/4/2026).

Teknologi DaguaFlo disebut telah diaplikasikan di berbagai instalasi air minum di seluruh dunia. Peralatan pengolahan air yang dikemas dalam kontainer ini dinilai cocok digunakan di wilayah pedesaan, lokasi darurat, serta kawasan permukiman, sekolah, rumah sakit, gedung perkantoran, hingga pabrik desalinasi air laut. Skala pengolahan bervariasi mulai dari 10 ton per hari hingga 30.000 ton per hari.

PT Dag Water (Indonesia) merupakan perusahaan dagang yang bergerak di bidang impor dan ekspor proyek pengolahan air. Bisnis ini mencakup desain keseluruhan instalasi, penyediaan peralatan, pemasangan, pengoperasian, hingga layanan operasi.

Perusahaan ini mengandalkan teknologi paten proses yang dikembangkan oleh Universitas McGill di Kanada, serta paten teknis dari lembaga penelitian kelas satu di China, seperti Institut Geokimia Guangzhou, Akademi Ilmu Pengetahuan China. Total terdapat lebih dari 140 teknologi yang dipatenkan.

Proyek yang telah selesai mencakup penyediaan air keran di berbagai negara dan kawasan, serta proyek-proyek pengolahan air minum mendalam untuk komunitas perumahan, sekolah, rumah sakit, gedung perkantoran, pabrik desalinasi air laut, dan lokasi pasokan air darurat.

Peralatan pemurnian air ini mengadopsi beberapa teknologi canggih:

1. Teknologi membran osmosis terbalik (reverse osmosis) yang mampu menghilangkan lebih dari 99 persen ion logam dan bahan organik, sehingga kualitas air memenuhi standar air murni.

2. Teknologi sterilisasi gabungan oksidasi dan ultraviolet untuk memastikan keamanan penyimpanan air tanpa menghasilkan produk sampingan desinfeksi. Kondisi dan waktu sterilisasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual.

3. Teknologi resirkulasi air garam yang meningkatkan pemanfaatan air. Tingkat pemanfaatan normal mencapai 65 persen dan dapat dioptimalkan hingga 90 persen.

Teknologi membran ultrafiltrasi pada sistem ini memiliki sejumlah keunggulan:

· Mampu menahan padatan tersuspensi secara stabil dengan tingkat kekeruhan sekitar 0,2 NTU.

· Pembentukan gelembung mikro ozon pada permukaan membran mengendalikan pengotoran membran, memungkinkan pembersihan dan disinfeksi mekanis secara berkelanjutan.

· Pencucian dilakukan setiap 24-36 bulan, memperpanjang masa pakai membran hingga lebih dari 20 tahun.

· Sistem memanfaatkan tekanan sendiri dari saluran keluar air modul membran lain untuk pencucian balik gas-air.

· Bahan membran ultrafiltrasi tahan oksidasi, tersedia dalam pilihan membran keramik, PVDF, PTFE, dan komposit TFE.

Air pekat dari membran ultrafiltrasi yang mengandung sisa ozon dikembalikan ke ujung air baku untuk proses pra-ozonasi. Sementara itu, air lumpur backwash berada dalam keadaan inert dan dapat langsung dibuang atau dikeringkan.

Sistem pembersihan membran ultrafiltrasi menggunakan mikrogelembung ozon yang mengandung 90 persen oksigen murni dan 10 persen ozon. Gelembung ini menghasilkan puluhan ribu gelembung oksigen dan ozon untuk pembersihan mekanis dan disinfeksi membran secara berkelanjutan.

Ketika gelembung mikro-nano superoksida larut dan pecah dalam air, terjadi efek ultrasonik yang setara dengan tekanan 3.000-5.000 atmosfer, menghasilkan suhu tinggi sesaat sekitar 5.500 derajat Celsius, disertai gelombang ultrasonik sekitar 410 kilometer per jam. Proses ini menghasilkan sejumlah besar anion oksigen dan radikal bebas hidroksil yang mengoksidasi bahan organik menjadi bahan anorganik.

Pencucian balik udara-air dilakukan setiap sekitar satu jam, dan polutan inert yang mengandung ozon langsung dibuang.

(Renaldo Tulak)