Kesehatan

Minta Tambah 50 Nakes Atasi Covid19, JBR: Pemerintah Tak Biayai Kami DPR akan Biayai

69
×

Minta Tambah 50 Nakes Atasi Covid19, JBR: Pemerintah Tak Biayai Kami DPR akan Biayai

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRP, Johny Banua Rouw saat tinjau RS Dok ll Jayapura terlihat kondisi pasien C.19 berada diluar ruangan

BeritaPapua.co, Jayapura — “Saya minta menambahkan 50 tenaga medis didalamnya ada dokter biayanya akan kita biayai. Kalau dari pemerintah tidak mau membiayai kami dari DPR yang akan membiayai. Itu harus segera dilakukan.”

Demikian penegasan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Johny Banua Rouw (JBR) melalui telepon selulernya, Senin malam (19/7).

Melihat langsung kondisi fasilitas RS Dok ll Jayapura, JBR mengaku pihak rumah sakit sangat kewalahan tangani pasien Covid19 (C.19) yang semakin banyak.

“Saat ini saya lihat di rumah sakit sangat kewalahan, terkait dengan tempat tidur sudah terbatas.Tadi tempat tidur yang disiapkan hanya tempat tidur saja, tidak ada kasur,” ungkapnya.

Bahkan, Ia mengatakan selang oksigen yang akan dipakaikan ke penderita C.19 pun terbilang menipis.

“Selang oksigen untuk pakai ke pernapasan itu ke hidung itupun stok terakhir yang dibawa oleh mereka, mereka minta tambahan tadi,” ujarnya

Lanjut JBR menambahkan, saat ini RS Dok ll Jayapura kekurangan fasilitas seperti Alat Pelindung Diri (APD), masker dan fasilitas pendukung lainnya sehingga pemerintah

“Dan tenaga medis pun sudah kekurangan APD dan masker. Saya pikir ini harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah, saya minta kepada saudara Gubernur untuk melihat ini dengan baik, menyelesaikan, membantu,” pinta ketua DPR Papua.

Dia juga menyampaikan bahwa tenaga medis di RS Dok ll Jayapura mengalami kekurangan dan tidak bisa dipaksakan nantinya akan lebih banyak yang akan terpapar C.19.

“Sudah banyak tenaga medis yang terpapar virus Corona sehingga tenaga medis di RS Dok ll sangat kurang kalau kita terus memaksakan ini lama-lama tenaga medis yang akan lebih banyak lagi yang sakit,” imbuhnya.

Johny Banua juga meminta kepada Gubernur Provinsi Papua segera menyelesaikan tunggakan kepada tenaga medis di tahun 2020 agar dapat bekerja lebih maksimal

“Kita minta kepada Gubernur untuk melakukan menyelesaikan semua tunggakan-tunggakan atau hutang-hutang atau jasa tenaga medis yang belum dibayarkan tahun sebelumnya. Kita minta untuk segera diselesaikan,” ungkapnya.

Dimana hal itu menunjukkan, Kata Rouw bahwa angka penularan C.19 yang sangat tinggi sehingga masyarakat harus lebih memperketat protokol kesehatan.

“Itu menunjukkan bahwa virus Corona itu ada dan sangat tinggi penularannya sehingga saya menghimbau kepada masyarakat bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik, dengan ketat terutama menghindari membuat acara-acara. Kumpul-kumpul itu dibatasi dulu,” pinta JBR.

(Naldo)