BeritaPapua.co, Jayapura — Puluhan masa yang tergabung dalam pengusaha orang asli Papua (OAP) melakukan demonstrasi di kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura kurang lebih 4 jam pada Senin 17 Juli 2023.
Pengusaha asli Papua itu menuntut agar kepala BPJN Jayapura mengakomodir semua pengusaha Papua untuk dalam paket proyek jika tidak ia diminta dicopot dari jabatannya.
Namun para pengusaha itu tak ijinkan masuk, hanya melakukan orasi dari balik pagar kantor BPJN Jayapura lantaran pagar kantor tersebut ditutup.
Setelah melakukan negosiasi cukup alot bersama pihak kepolisian, akhirnya para pengusaha ditemui kepala BPJN Jayapura.
Mirisnya lagi, Kepala BPJN Jayapura tak mau menerima aspirasi dari pihak para pengusaha atau kontraktor Papua secara tertulis padahal dalam setiap demonstrasi para pejabat biasanya menerima aspirasi dari para pendemo.
Koordinator demostrasi, Wiliam Sroyer dalam orasinya menegaskan bahwa jika dalam sepekan tak mendapatkan respon dari pihak balai lagi maka para pengusaha bakalan datang dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi.
“Hari Senin depan kami akan datang kembali ke tempat ini (BPJN) dan hari ini semua Polisi-polisi saksi, kami akan datang menerima apa yang kepala balai lanjutkan,” tegasnya.
Sroyer juga menyebut, kepala BPJN Jayapura jangan hanya sebatas wacana namun harus diteruskan kepada pihak pemerintah pusat.
“Aspirasi kami jangan cuma ngomong saja. Demonstrasi kami itu menjadi acuan untuk kepala balai untuk antar kesana. Supaya jadi petunjuk,” ujarnya.
Kata Sroyer, jika tak diakomodir maka pihak pengusaha bakalan mengantar aspirasi mereka kepada pemerintah pusat di Jakarta.
“Kalau bapak kepala balai tidak bersedia untuk memperhatikan aspirasi pengusaha Papua, kami akan antar sendiri ke Jakarta,” ungkapnya.
Menurutnya, kepala BPJN Jayapura tak layak dan tak mampu duduk sebagai kepala BPJN Jayapura.
“Saya pikir bahwa kepala balai (BPJN Jayapura) tidak mampu memimpin balai di negeri ini.Kalau memang tidak terima kami punya aspirasi nanti kami sendiri yang antar,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











