Berita Papua, Jayapura — Puluhan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R) menggelar orasi dalam aksi Mimbar Bebas di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (30/9/2026).
Aksi yang digelar menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila itu mengangkat isu pembangunan Papua, pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat asli Papua, perlindungan masyarakat sipil, serta penghentian kekerasan.
Dalam aksi tersebut, KMP3R mengusung tema “Papua Bicara Masa Depan Bukan Konflik Masa Lalu”. Orasi disampaikan oleh Sekretaris KMP3R Rando Ridamaga, Paul Ohee, dan Ruswanto Narwawan.
Aksi Mimbar Bebas tersebut ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap yang dilakukan oleh Ketua KMP3R Paul Ohee.
Dalam pernyataan sikapnya, KMP3R menegaskan Pancasila sebagai ideologi final, dasar negara, dan pemersatu seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Mereka juga menyebut peristiwa G30S/PKI 30 September 1965 sebagai pengkhianatan terhadap Pancasila yang harus menjadi pelajaran sejarah bagi generasi muda Papua agar tidak terulang kembali.
“Pancasila adalah ideologi final, dasar negara, dan pemersatu seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” tegas Paul Ohee saat membacakan pernyataan sikap.
KMP3R juga menegaskan bahwa Papua adalah bagian sah dan tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pernyataan itu, mereka menyatakan kesetiaan mutlak kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Kami menolak segala bentuk ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, termasuk komunisme, separatisme, dan intoleransi di Tanah Papua,” ujar Paul Ohee.
Selain itu, KMP3R menghormati jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. Semangat perjuangan mereka disebut menjadi teladan bagi pemuda Papua untuk menjaga keutuhan bangsa.
KMP3R juga menyebut peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.
KMP3R menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah Provinsi Papua dalam menjalankan program pembangunan yang berpihak kepada rakyat Papua, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan perlindungan hak-hak Orang Asli Papua (OAP) sesuai amanat otonomi khusus.
“Kami mendukung penuh pemerintah Provinsi Papua dalam menjalankan program pembangunan yang berpihak kepada rakyat Papua, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan perlindungan hak-hak Orang Asli Papua (OAP) sesuai amanat otonomi khusus,” kata Paul Ohee.
Kepada seluruh mahasiswa dan pemuda Papua, KMP3R mengajak mereka mengisi Hari Kesaktian Pancasila dengan aksi nyata: menjaga persatuan, menolak hoaks dan provokasi yang memecah belah, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian di Papua.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa dan pemuda Papua untuk mengisi Hari Kesaktian Pancasila dengan aksi nyata: menjaga persatuan, menolak hoaks dan provokasi yang memecah belah, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian di Papua,” ujarnya.
KMP3R juga menolak segala upaya yang dianggap sebagai bentuk neo-kolonialisme ideologi yang mencoba melemahkan Pancasila dengan dalih kebebasan, namun dinilai sejatinya merusak persatuan nasional.
“Menolak segala upaya yang dianggap sebagai bentuk neo-kolonialisme ideologi yang mencoba melemahkan Pancasila dengan dalih kebebasan, namun sejatinya merusak persatuan nasional,” demikian bunyi pernyataan sikap tersebut.
(Renaldo Tulak)











