Kota Jayapura

Ondoafi Nikolas Youwe Bagikan Paket Bantuan Beras dan Bibit Cabai ke Masyarakat Kayo Pulau

0
×

Ondoafi Nikolas Youwe Bagikan Paket Bantuan Beras dan Bibit Cabai ke Masyarakat Kayo Pulau

Sebarkan artikel ini
Tampak Ondoafi Kampung Kayo Pulau, Nikolaus Youwe membagikan paket bantuan beras dan bibit cabai kepada masyarakat.

Berita Papua, Jayapura — Keondoafian Kampung Kayo Pulau menggelar bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, bertempat di kediaman Ondoafi Youwe, Kampung Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ondoafi Kampung Kayo Pulau membagikan 75 paket bantuan berupa beras dan bibit cabai kepada warga setempat.

Bakti sosial ini dihadiri oleh Kepala Kampung Kayo Pulau, Tomy Oktovianus Sibi; Kepala Suku Sibi, Beny Sibi; serta sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, dan warga Kampung Kayo Pulau.

Ondoafi Kampung Kayo Pulau, Nikolaus Youwe, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga tanah, hutan, air, dan hasil bumi sebagai sumber kehidupan masyarakat Papua.

“Pada momentum yang baik ini, kita kembali mengingat bahwa tanah, hutan, air, dan hasil bumi adalah sumber kehidupan masyarakat Papua. Tanah bukan sekadar tempat berpijak, tetapi warisan leluhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa lumbung kampung merupakan kekuatan bersama yang dapat dibangun melalui pengembangan pangan lokal.

“Melalui kebun dan pengembangan pangan lokal seperti sagu, keladi, ubi, pisang, sayuran, lombok, ikan, dan hasil bumi lainnya, setiap kampung dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Nikolaus menyampaikan bahwa pemberian bibit cabai kepada masyarakat merupakan bagian dari semangat menghidupkan kembali kebun-kebun kampung.

“Sebagai bagian dari semangat tersebut, pemberian bibit lombok kepada masyarakat menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali kebun-kebun kampung. Bibit yang diberikan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi awal untuk menanam, merawat, memanen, dan mengembangkan pangan secara mandiri di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masyarakat adat harus menjadi penggerak utama dalam membangun lumbung kampung, dengan tetap menjaga pengetahuan leluhur sekaligus mengembangkannya bersama teknologi.

“Masyarakat adat harus menjadi penggerak utama dalam membangun lumbung kampung. Pengetahuan leluhur tentang tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air perlu dijaga dan dikembangkan bersama pengetahuan serta teknologi. Generasi muda juga perlu dilibatkan agar pertanian menjadi ruang untuk berkarya, berinovasi, dan membangun ekonomi kampung,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan kembali lumbung kampung demi masa depan yang lebih baik.

“Mari kita tanam bibit hari ini untuk memanen harapan di masa depan. Mari hidupkan lumbung kampung, perkuat pangan lokal, jaga tanah dan alam, serta wariskan kehidupan yang lebih baik kepada anak cucu. Pangan yang berdaulat dimulai dari kampung yang kuat,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *