Papua Pegunungan

Tanggapi Aksi Demo, FPD Minta Kelompok Demokrasi Tolikara Terima Hasil Keputusan Timsel KPU

11
×

Tanggapi Aksi Demo, FPD Minta Kelompok Demokrasi Tolikara Terima Hasil Keputusan Timsel KPU

Sebarkan artikel ini
Ketua FPD Papua Pegunungan, Janzen Wakur Bersama Jajaran Saat Memberikan Keterangan Pers

BeritaPapua.co, Jayapura — Menyikapi aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan kelompok demokrasi Tolikara, di Wamena pada Jumat, 27 Oktober 2023, Forum Peduli Demokrasi (FPD) provinsi Papua Pegunungan meminta agar bersikap bijaksana sana dan menerima keputusan yang telah dikeluarkan oleh Tim Seleksi (Timsel) administrasi anggota KPU Tolikara dan Yahukimo.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua FPD Papua Pegunungan, Janzen Wakur kepada awak media di Jayapura pada Sabtu 28 Oktober 2023.

Janzen mengatakan, hasil keputusan yang dikeluarkan oleh Timsel atas nama-nama calon anggota KPU yang lolos seleksi administrasi tersebut sudah melalui proses serta tahapan sesuai standar penilaian dari KPU RI.

Dia menjelaskan, nama-nama dari calon yang tidak lolos seleksi administrasi sebagai Anggota KPU itu harus bijaksana menyikapi proses tersebut.

“Tidak boleh menuntut lebih untuk harus lolos menjadi anggota KPU, yang dipilih nanti sebagai anggota KPU itu hanya beberapa orang saja tidak semua yang mendaftarkan diri itu di pilih atau lolos,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Janzen, bahwa kelompok tersebut harus dapat menerima semua keputusan yang di keluarkan oleh Timsel KPU Yahukimo Dan Tolikara karena keputusan itu sudah final

“Kalau mau protes, mengingat waktu itu juga harus di pikirkan dengan baik, harus berjiwa besar mensukseskan demokrasi ini dengan baik, seharusnya sampaikan keberatan boleh tetapi jangan sampai membuat aksi yang dapat menggagalkan proses ini,”tegasnya

Dirinya menambahkan nama-nama yang lolos tersebut sudah melalui hasil pleno dan sudah di tanda tangani oleh keterwakilan putra daerah dari 2 daerah ini yakni Tolikara dan Yahukimo.

“Sehingga kalau kita protes kecuali ini orang dari luar sedangkan yang Timsel ini sudah perwakilan putra daerah termasuk yang nama-nama lolos juga adalah putra daerah semua. Jadi kita tuntut untuk apa, aksi demo ini ada kepentingan, saya minta kepada pihak keamanan jika yg bersifat kepentingan yang timbul konflik harus bertindak secara tegas mengatasi hal seperti ini,” pungkasnya

Sementara itu Marinus Yalak, selaku Pengurus LMA Yahukimo menyampaikan jalannya proses seleksi administrasi diharapkan tidak di perhambat oleh oknum yang mempunyai kepentingan tertentu

Menurutnya KPU RI harus memberikan peringatan kepada tim seleksi yang menjadi aktor dalam melakukan keberatan atau aksi yang dapat memicu konflik

” Itu aktor dari Timsel itu melakukan demo hanya untuk kepentingan mereka karena tidak ada nama dalam hasil seleksi yang telah keluar tersebut, sehingga hal ini tidak boleh terjadi karena membawa konflik di tengah masyarakat,” ujar Marinus

Kemudian Isak kobak, selaku perwakilan dari pemuda dan intelektual Yahukimo juga menilai aksi yang di lakukan oleh kelompok tertentu di Wamena sangat disayangkan karena aksi ini di duga aktor dari salah satu anggota Timsel  untuk menciptakan demo di sekretariat Timsel di Wamena

“Saya selaku tokoh intelektual Yahukimo mengaku bahwa peristiwa ini harus di sikapi oleh KPU RI, karena hal semacam ini akan menjadi pemicu konflik antar daerah lain,” katanya

Dirinya menambahkan proses ini sudah sangat tepat, sehingga di harapkan semua masyarakat baik dari Yahukimo maupun Tolikara agar  dapat mengawal bersama-sama dengan baik sampai pada keputusan akhir

“Kami juga dukung keputusan yang telah dikeluarkan oleh tim seleksi, dan proses keputusan ini sah dan tetap harus  jalan, mengingat proses  pemilu sudah dekat dan hanya tinggal 1 bulan kedepan ini sudah masuk pada tahapan,” pungkasnya

Untuk diketahui dari 261 peserta yang daftar  terdapat 157 orang dari Yahukimo dan 104 orang dari Tolikara.Dari jumlah itu, yang dinyatakan lolos secara offline totalnya  ada 93 orang, yakni 40 orang dari Yahukimo dan 53 orang dari Tolikara.

(Redaksi)