Berita Papua, Karubaga — Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Panitia Natal mengelar beberapa rangkaian kegiatan salah satunya kegiatan seminar sehari digelar di gereja GIDI Jemaat Kondapaga, Sabtu (9/12/2023).
Seminar ini digelar dengan mengusung tema “hidup kita dibaharui menjadi pembawa damai”,yang bertujuan Para pemimpin Jemaat dan Pemimpin Pemerintahan dari semua tingkatan agar memiliki disiplin tinggi untuk selalu giat mempelajari Firman Allah dan berdoa puasa dengan rendah hati.
Para peserta berasal dari berbagai kalangan bahkan masyarakat umum diantaranya Bupati Tolikara Marthen kogoya Bupati Mamberamo Raya, Jonh Tabo Pimpinan OPD Pemkab Tolikara, para Kader GIDI dan Para Hamba Tuhan dan dandim Tolikara, Polres Tolikara tokoh masyarakat lainnya turut hadir.
Penjabat Bupati Tolikara Marthen kogoya dalam sambutan ketika secara resmi membuka kegiatan seminar sehari itu mengatakan kita patut mengucap syukur kepada Allah atas cuaca yang begitu cerah dari kemarin hingga saat ini terutama Nafas Hidup dan keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita semua.
Penghargaan tinggi kepada Bapak Pendeta Orangtua kita Lipius Biniluk yang hadir di tengah-tengah kita semua. Salah satu pemateri Bapak Pendeta Lipius Biniluk dengan judul adalah Allah melakukan terobosan melalui Firman dan Doa Puasa ini salah satu materi yang akan disampaikan oleg Bapak Pendeta Lipius Biniluk.
“Saya apresiasi Pak Sekda dengan teman-teman Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Tolikara,dan kader GIDI lainnya telah hadir untuk menerima berkat Tuhan melalui Hambanya Bapak Pendeta Lipius Biniluk,” ujar Penjabat Bupati Marthen kogoya.
Dikatakannya gedung Gereja Jemaat GIDI Kondabaga ini baru saja diresmikan kemarin tetapi kita menggunakan gedung ini pada hari kedua untuk lakukan seminar sehari,karena Gedung gereja ini untuk semua anak-anak Tuhan yang percaya Tuhan Yesus datang kumpul berobadah di Gereja ini. Gereja ini adalah Gereja Induk yang ada di tengah-tengah kota Karubaga ini,kita bersatu tanpa memandang suku,ras,atau bahasa yang berada di Tolikara yang berprofesi di berbagai bidang datang memuji Tuhan Yesus didalam Gereja ini.
“Kita ibadah di dalam gereja ini menggunakan bahasa Indonesia walau demikian tentunya ada penerjemah apabila ada Orangtua beribadah disini,” imbuhnya.
Sementara itu Pendeta Lipius biniluk saat menyampaikan materi dengan judul Allah melakukan terobosan melalui Firman dan Doa Puasa. Saat ini banyak pemimpin jemaat termasuk pemimpin jemaat GIDI tidak duduk berdoa,pemimpin Jemaat tidak belajar Alkitab baik. Sehingga gembala Jemaat sering kali salah menyampaikan Firman Tuhan,jemaat kadang bisa melanggar perintah Allah.
“saat ini kita bisa lihat seorang gembala atau penatua jemaat bisa marah sampai bisa angkat parang, hamba Tuhan bikin istri dua karena lupa berdoa puasa dan belajar Firman,” tegas Pendeta Lipius Biniluk.
Hal yang sama juga ditekankan kepada Bupati Tolikara bersama Jajarannya di lingkungan Pemkab Tolikara untuk selalu taat dan turuti Firman Tuhan dan setiap kali ibadah minggu harus datang ibadah di gereja bersama jemaat lain. Supaya diberkati gembala sehingga berkat-berkat Allah terus melimpah dalam pekerjaan dan dalam keluarga.
Menurutnya banyak Hamba-hamba Tuhan yang hidup dalam cengkeraman atau pikiran Kuasa Iblis,yang bisa lihat hamba Tuhan sering iri hati,dengki,dan benci akhirnya mereka tidak mengalami terobosan,dan api Allah. Karena itu semua pemimpin Jemaat baik Gembala atau Penatua atau pelayan Tuhan dan hamba yang berprofesi apapun harus tunduk kepada Firman dan berdoa puasa,sehingga bisa mengalami terobosan dari Allah.
“Semua pimpinan OPD saat memimpin di Dinas harus sesuai Firman Tuhan didahului Doa Puasa,jagan lupa atau tinggalkan hal ini,mulai sekarang terapkan dalam diri kita masing – masing,” tegasnya.
(Roy Hamadi)











