Berita Papua, Jayapura — Analisis Papua Strategis (APS) Provinsi Papua Pegunungan sukses melaksanakan kegiatan Annual Conference I dengan tema Papua Development Strategy: Percepatan Pembangunan Papua Menuju Indonesia Emas 2045, di gedung Aithousa Wamena 22 Mei 2024.
Dalam keterangan persnya, Ketua APS Papua Pegunungan Sonny Lokobal saat kegiatan tersebut, APS Provinsi Papua Pegunungan menghadirkan Keynote Speech Pj Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Velix Vernando Wanggai dan para narasumber diantaranya Lesman Tabuni, Staf Khusus Kadinkes Provinsi Papua, para tokoh masyarakat, pendidikan dan kesehatan Papua Pegunungan diantaranya dr. Mia Rumateray, dr. Alosius Giay, Merlince Siep dan juga Tokoh Pendidikan Naftali Mabel yang juga sebagai pendiri sekolah YAPESLI, Meki Wetipo mewakili Pengusaha Orang Asli Papua, dan Dr. Richard Patty Direktur Riset APS Center of Development Global Studies.
Kegiatan ini juga di hadiri langsung oleh Ketua Umum APS Laos Deo Calvin Rumayom yang juga Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden 2018-2023 dan akademisi Universitas Cenderawasih.
Pembukaan konferensi secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Dr. Lukas Waika Kosay
Dalam keterangannya Ketua Umum APS, Laus Deo Calvin Rumayom menyampaikan, kegiatan Annual conference I dilaksanakan dengan maksud untuk merespons pembangunan Tanah Papua sebagai wilayah dengan indeks pembangunan SDM terendah dan tertinggal dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian, infrastruktur, dan kesejahteraan, sehingga pada kegiatan tersebut difokuskan pada empat bidang utama yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur kampung.
Adapun catatan dan rekomendasi untuk melaksanakan Percepatan Pembangunan Papua Menuju Indonesia Emas 2045 diantaranya: peningkatan layanan kesehatan berkaitan dengan kendala akses layanan yang terjadi dan tingginya kasus penyakit TB dan HIV AIDS.
Untuk menangani kondisi kesehatan yang telah masuk dalam kategori darurat, maka perlu dilakukan Grand Design sistem kesehatan meliputi penataan data kasus penyakit, pemetaan wilayah kasus penyakit, perlu dilakukan evaluasi, penguatan melalui kebijakan pemerintah berdasarkan semangat Otsus seperti pembuatan kartu sehat untuk orang asli Papua, perlu adanya komitmen dari pemerintah untuk memperhatikan layanan kesehatan baik di level desa, kabupaten, hingga provinsi, dan perlu adanya peningkatan kesadaran serta kepedulian dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah kesehatan.
Untuk bidang pendidikan diperlukan pendekatan kurikulum berbasis kontekstual yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat, melaksanakan pola pendidikan berbasis asrama, mendorong pendidikan vokasi di tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi sebagai upaya penguatan skill guna mencegah peningkatan angka pengangguran, penguatan wawasan pendidikan anak bagi ibu rumah tangga, meningkatkan keamanan bagi tenaga guru, serta diperlukan pembinaan dan peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik dan kependidikan.
Sementara itu, Direktur Riset APS CDGs, Dr. Richard Patty mengatakan, pada bidang ekonomi diperlukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi, penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan lahan pertanian dengan mengelola komoditi unggulan seperti kopi dan lain-lain, diperlukan perlindungan kekayaan alam di wilayah Provinsi Papua Pegunungan, dan pemerintah harus menciptakan pasar bagi masyarakat melalui BUMD Kabupaten dan Provinsi.
Sementara itu di bidang Infrastruktur kampung, diperlukan peningkatan infrastruktur dasar desa seperti akses jalan, jaringan, listrik, air bersih dan lain-lain, kemudian penguatan kelembagaan desa terutama BUMDes guna meningkatkan pendapatan asli desa, dan memaksimalkan pengelolaan anggaran desa untuk program pembangunan.
Tambah Sekjen APS, Willem Thobias Fofid konferensi ini merupakan wujud kerja kolaboratif dan akselerasi dari Pemerintah Daerah Provinsi Papua Pegunungan bersama komunitas profesional APS.
(Redaksi)











