Berita Papua, Kenyam — Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, telah lama menjadi sorotan nasional akibat konflik berkepanjangan yang melibatkan perang suku dan ketegangan antara kelompok separatis dengan aparat keamanan.
Namun, pelantikan Bupati Dinar Kelnea dan Wakil Bupati Yoas Beon pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI Prabowo Subianto membawa angin segar bagi masyarakat Nduga. Kedatangan mereka kembali ke Nduga disambut oleh puluhan ribu masyarakat, termasuk anak-anak sekolah dan aparatur sipil negara (ASN), menandakan harapan besar yang disematkan pada kepemimpinan baru ini.
Pasangan Dinar-Yoas berhasil memenangkan Pilkada 2024 dengan suara murni dari 32 distrik dan 248 kampung di Nduga. Kemenangan ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga tekad mereka untuk melihat perubahan nyata di daerah yang selama ini dianggap sebagai “daerah merah” konflik.
Meskipun sempat digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), keputusan akhir MK mengukuhkan kemenangan mereka, menegaskan bahwa suara rakyat Nduga adalah suara yang sah dan harus dihormati.
Tantangan yang dihadapi Dinar dan Yoas tidaklah kecil. Nduga bukan hanya berjuang melawan konflik bersenjata, tetapi juga menghadapi masalah pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang tertinggal. Masyarakat Nduga menginginkan pemimpin yang tidak hanya mampu meredakan ketegangan, tetapi juga membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Dalam syukuran pelantikan di halaman kantor Bupati Nduga, Kenyam, Dinar Kelnea menegaskan komitmennya untuk membangun Nduga yang damai dan sejahtera. Ia menyatakan bahwa kepemimpinannya akan fokus pada dialog dan pendekatan humanis untuk menyelesaikan konflik, sambil mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Yoas Beon, sebagai wakilnya, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, adat dan semua pihak terkait untuk mencapai tujuan bersama.
Harapan besar ini tentu tidak boleh dipandang sebelah mata. Kepemimpinan Dinar-Yoas periode 2025-2030 harus menjadi pondasi awal bagi transformasi Nduga. Mereka perlu membangun sistem pemerintahan yang transparan, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Namun, keberhasilan mereka tidak hanya bergantung pada kerja keras pasangan bupati dan wakil bupati. Dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, serta partisipasi aktif masyarakat Nduga sendiri sangatlah penting. Tanpa kolaborasi dan sinergi, perubahan yang diinginkan akan sulit terwujud.
Masyarakat Nduga telah memberikan mandat besar kepada Dinar Kelnea dan Yoas Beon. Kini, saatnya bagi kedua pemimpin ini untuk membuktikan bahwa mereka layak dipercaya.
Jika mereka berhasil membawa Nduga menuju perdamaian dan kemajuan, maka sejarah akan mencatat mereka sebagai pemimpin yang mengubah wajah Nduga dari daerah konflik menjadi daerah yang damai dan sejahtera.
Semoga kepemimpinan Dinar-Yoas menjadi awal dari babak baru bagi Nduga, sebuah babak yang penuh harapan dan perubahan positif bagi seluruh masyarakat 32 distrik dan 248 kampung di provinsi Papua Pegunungan.
(Renaldo Tulak)











