Papua Tengah

Program Rutin Sejak 2015, Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal untuk Warga Dataran Tinggi Mimika

0
×

Program Rutin Sejak 2015, Freeport Terbangkan 90 Ton Kebutuhan Natal untuk Warga Dataran Tinggi Mimika

Sebarkan artikel ini
Tampak Petugas Community Liasson Office (CLO) bersama Tim Aviasi PTFI membantu persiapan sling load untuk proses pengiriman barang-barang yang akan diangkut menggunakan helikopter. (Ist)

Berita Papua, Mimika — PT Freeport Indonesia (PTFI) mengerahkan armada helikopter untuk menerbangkan 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal milik warga yang tinggal di dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melalui program Community Christmas Flights. Program ini menyasar warga di Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila yang aksesnya terisolasi.

“Terima kasih atas bantuan pengiriman bahan makanan ke Lembah Tsingga dan Aroanop. Sudah bantu sepuasnya, maka saya perwakilan kepala suku menyampaikan terima kasih banyak kepada PTFI. Tuhan memberkati,” kata Kepala Suku Aroanop, Andreanus Janampa, Minggu (29/12/2025).

Menurut Janampa, bantuan ini sangat berarti karena biaya sewa helikopter komersial mencapai Rp25-40 juta untuk kapasitas angkut hanya 600-800 kg. Selain mahal, pengiriman barang juga berisiko tinggi karena setelah turun dari helikopter, warga masih harus berjalan kaki 2-4 jam melewati medan pegunungan, sungai, dan jembatan menuju kampung mereka.

Alternatif lain menggunakan pesawat komersil bersubsidi dengan tarif Rp300.000 per penumpang, namun hanya diizinkan membawa bagasi maksimal 16 kg. Kelebihan bagasi dikenakan biaya Rp23.000 per kilogram. “Di kawasan ini tidak ada kendaraan. Satu-satunya akses adalah berjalan kaki dan mengandalkan porter atau tenaga pikul barang,” jelas Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum.

Tokoh masyarakat Yoab Beanal mengapresiasi program ini karena memastikan bahan makanan dan kebutuhan Natal tiba tepat waktu. “Kami sangat berterima kasih kepada Tuhan yang memberkati kami melalui perusahaan ini. Kami sangat menghargai setiap upaya yang dilakukan,” ujarnya.

Nathan Kum menjelaskan, Community Christmas Flight telah rutin dijalankan sejak 2015 untuk memudahkan warga di sekitar wilayah operasional PTFI membawa bahan makanan yang dibeli di Timika ke kampung mereka.

“Dengan helikopter PTFI, pengangkutan bisa lebih cepat dan efektif sehingga mereka dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan suka cita,” katanya.

Dari total 90 ton yang dikirim, 8,4 ton di antaranya merupakan bantuan langsung dari PTFI. Seluruh barang telah melalui pemeriksaan X-Ray di bandara sebelum diangkut menggunakan metode sling load atau kargo yang digantung di bawah helikopter dengan kabel baja, sesuai standar keamanan penerbangan tim aviasi PTFI.

Operasi penerbangan berlangsung selama 7-23 Desember 2025 dengan 35 kali penerbangan dari Bandara Mozes Kilangin Timika. Titik penurunan barang meliputi Kampung Ainggogin dan Jagamin di Lembah Aroanop; Kampung Beanekogom dan Dolinigogin di Lembah Tsinga; serta Kampung Pasir Putih di Lembah Jila. Setiap perjalanan memakan waktu sekitar satu jam pulang-pergi.

Program ini menjangkau 27 kampung: tujuh kampung di Lembah Aroanop (Baluni, Jagamin, Ainggogin, Ainggigi 1 dan 2, Ombani 1 dan 2), delapan kampung di Lembah Tsinga (Bebilawak, Dolinigogin, Beanekogom, Jongkogoma, Miniponigoma, Metember, Ulibugarki), dan 12 kampung di Lembah Jila (Diloa, Diloa 2, Pasir Putih, Jengkon, Bomogin, Pilik Ogom, Noema, Eralmakawia, Umpiliga, Bunarugun, Amuga Ogom, dan Wandud).

“Jika menggunakan helikopter PTFI dengan sling load akan sangat menyingkat waktu karena helikopter langsung ke kampung-kampung tersebut. Dengan demikian warga bisa berhemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya angkut barang,” kata Nathan.

Selain penerbangan helikopter, PTFI juga menyediakan angkutan darat untuk warga di Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak. Layanan bus yang beroperasi 15-24 Desember 2025 mencatat 36 perjalanan dengan total 1.473 penumpang dan mengangkut 126 ton bahan makanan serta kebutuhan Natal.

Di dataran rendah, PTFI mendukung mobilitas warga Suku Kamoro di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi.

Program Community Christmas Flights menjadi solusi logistik vital bagi komunitas terisolasi di pegunungan Papua Tengah untuk merayakan Natal bersama keluarga dengan layak.

(Redaksi)