Papua Tengah

Antusiasme Tinggi, Peserta Pelatihan Literasi AI di Timika Membludak Melebihi Kuota

0
×

Antusiasme Tinggi, Peserta Pelatihan Literasi AI di Timika Membludak Melebihi Kuota

Sebarkan artikel ini
Tampak foto bersama pelatihan literasi kecerdasan buatan (AI Ignition Training) yang digelar Timika, Papua Tengah.

Berita Papua, Timika — Pelatihan Literasi Kecerdasan Buatan (AI Ignition Training) yang digelar di Hotel Horison Diana, Timika, Papua Tengah pada Kamis (30/4) mengalami lonjakan peserta signifikan. Dari target awal 170 orang, panitia terpaksa mengakomodasi 277 peserta setelah antusiasme masyarakat melampaui perkiraan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua bersama Grasberg Academy dan didukung PT Freeport Indonesia (PTFI) ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, hingga profesional lokal.

“Meski registrasi resmi dibuka pukul 08.00 WIT, peserta telah memadati lokasi sejak pukul 06.00 WIT,” ujar Program Lead Regional Papua dan Maluku, Elviliana Y. Watopa, di Timika.

Ia merinci, peserta yang berhasil diakomodasi berasal dari 11 SMK, satu politeknik, 50 peserta dari IPN, perwakilan Youth Creative HUB Papua–Timika, serta peserta umum dengan rentang usia 15 hingga 50 tahun.

“Lonjakan partisipasi ini menjadi sinyal kuat bahwa minat generasi muda Timika terhadap penguasaan teknologi digital, khususnya AI, sangat positif,” kata Elviliana.

Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix V. Wanggai dalam sambutannya menekankan bahwa Otonomi Khusus bukan sekurus soal anggaran.

“Otonomi Khusus bukan hanya tentang anggaran, tetapi tentang keberpihakan pada peningkatan kapasitas manusia Papua. Literasi AI adalah investasi strategis agar generasi muda kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi arsitek masa depan digital Indonesia,” tegas Velix.

Vice President Community Relation PTFI, Engel Enoch, menyatakan bahwa keberlanjutan sejati lahir dari pemberdayaan manusia. Menurutnya, tantangan ke depan adalah kesiapan, bukan kekuatan.

“Tantangan ke depan bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling siap. Penguatan kapasitas SDM, penguasaan teknologi, dan keberanian berinovasi menjadi kunci agar generasi muda Papua mampu mengambil peran strategis di masa depan,” ujar Engel.

Pelatihan menghadirkan 2 tokoh muda Papua, Yoshua Gombo yang membahas fondasi teknis AI, machine learning, generative AI, hingga prompt engineering. Sementara Elviliana Y. Watopa mengangkat topik adopsi AI yang bertanggung jawab, termasuk etika digital dan strategi kolaborasi manusia dengan AI.

Program yang diluncurkan secara nasional pada 2025 ini didukung oleh Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), Google.org, dan Asian Development Bank (ADB). Di tingkat lokal, pelatihan ini didukung mitra media Koreri.com serta komunitas strategis seperti Jasgo Academy, Institut Pertambangan Nemangkawi, dan Papua Youth Creative Hub (PYCH).

(Renaldo Tulak)