Papua

BBPOM Intensifkan Pengawasan Pangan dan Takjil Jelang Idul Fitri

16
×

BBPOM Intensifkan Pengawasan Pangan dan Takjil Jelang Idul Fitri

Sebarkan artikel ini
Kepala BBPOM Jayapura, Mojaza Sirait

BeritaPapua.co, Jayapura — Dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan saat bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri 2021.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jayapura melakukan intensifikasi Pengawasan pangan dan Takjil selama 6 Minggu mulai tanggal 5 April – 21 Mei 2021.

Sasaran pengawasan adalah gudang distributor dan gudang pengecer, retail (toko/warung, supermarket, hypermart, Hypermarket, pasar tradisional), penjual parsel dan penjual takjil dengan target pengawasan untuk pangan olahan yaitu pangan tanpa ijin edar (TIE), pangan olahan kadaluwarsa, pangan rusak (kaleng penyok/berkarat).

Pengawasan untuk takjil adalah difokuskan pada 4 parameter bahan berbahaya yang sering disalahgunakan ditambahkan pada pangan, yaitu formalin, boraks, pewarna rhodamine B dan methanil yellow dan pengawasan pada parsel adalah produk pangan yang mempunyai masa simpan kurang dari 6 bulan, dilarang menyisipkan produk pangan mengandung babi dan minuman yang mengandung alkohol.

Dari hasil pengawasan hingga minggu ke-V per 7 Mei 2021 (Kota Jayapura, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, Nabire, Yahukimo) jumlah sarana yang diperiksa adalah sebanyak 123 sarana (tidak memenuhi ketentuan 19 sarana) dan telah dimusnahkan produk yang tidak memenuhi ketentuan senilai Rp. 11.179.200,- yang terdiri dari 93 jenis pangan (1.235 pcs). Sedangkan untuk takjil telah disampling dan diuji 439 Sampek dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom dengan hasil tidak ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya.

Tindak lanjut yang dilakukan adalah berupa pembinaan langsung/setempat produk diamankan produk dimusnahkan, produk dikembalikan ke penyalur, surat teguran, intervensi pengawasan pasca lebaran (untuk menyentuh akar masalah).

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan, Mojaza Sirait mengatakan pengawasan pangan lebih diintensifkan jelang hari-hari besar.

“Jadi pengawalan atau pengawasan pangan, bukan hanya pada saat hari besar keagamaan seperti ini lebih intensif. Intensifnya dimana, yaitu kita sudah melakukan pengawasan seminggu sebelum bulan puasa,” Ujarnya saat melakukan jumpa pers kepada sejumlah media, di Kantor BBPOM Provinsi Papua di Kota Jayapura.

Ia menjelaskan Pengawasan yang dilakukan pihak balai sebelum dan sesudah hari raya Idul Fitri.

“Selama puasa 4 minggu dan setelah puasa minggu ini. Minggu depan kita masih melakukan pengawasan,” terangnya.

Dalam intensifikasi, Dia mengaku telah bekerja sama dengan dinas terkait.

“Terutama dinas kesehatan dan dinas perdagangan di kabupaten kota,” ujarnya.

(Red)