Berita Papua, Jayapura — Anggota DPR Papua Fraksi Partai Nasdem, Albert Merauje, bersama Pemerintah Kota Jayapura melakukan kunjungan ke cagar budaya Situs Gunung Srobu di kawasan teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua pada Sabtu (15/3/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi situs bersejarah yang telah ada sejak abad ke-4 atau sekitar tahun 1740 Masehi tersebut.
Albert Merauje menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk merancang rencana pelestarian dan pengembangan Situs Gunung Srobu.
“Situs ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Kami ingin memastikan bahwa pemerintah kota Jayapura, khususnya pemerintahan yang baru, dapat merenovasi dan memelihara situs ini dengan baik,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa upaya pelestarian ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga warisan sejarah, tetapi juga untuk menjadikan Situs Gunung Srobu sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi.
“Ke depan, situs ini akan menjadi tempat pembelajaran bagi anak-anak kita sekaligus destinasi wisata yang dapat mendatangkan pendapatan bagi masyarakat sekitar Teluk Youtefa,” jelas Albert.

Dalam kunjungan tersebut, Albert Merauje bersama Walikota Jayapura dan Kepala Bidang Dinas Pendidikan juga membahas rencana pembuatan master plan dan tata ruang kawasan Situs Gunung Srobu.
“Kami ingin mendesain pra-desain dan master plan untuk kawasan ini. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, sehingga pada suatu saat nanti, Situs Gunung Srobu bisa menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kota Jayapura dan Provinsi Papua,” tegasnya.
Albert juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ada turis asing yang berkunjung ke situs tersebut, namun infrastruktur yang belum memadai menjadi kendala.
“Beberapa waktu lalu, ada turis asing yang ingin naik ke Gunung Srobu, tetapi infrastrukturnya belum siap. Ke depan, kami akan menganggarkan pembangunan infrastruktur melalui master plan yang sedang kami susun,” ujarnya.
Situs Gunung Srobu sendiri memiliki nilai sejarah yang sangat kaya. Selain sebagai tempat pemujaan, situs ini juga menyimpan peninggalan sejarah berupa makam-makam kuno yang menjadi bukti peradaban pertemuan antara ras Austronesia dan Melanesia.
“Situs ini adalah saksi sejarah pertemuan dua peradaban besar. Kami akan mendorong agar situs ini tidak hanya diakui di tingkat kota dan provinsi, tetapi juga di tingkat nasional,” pungkas Albert.
(Renaldo Tulak)











