Berita Papua, Keerom — Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meninjau langsung lokasi penanaman padi dan pengembangan cetak sawah seluas 13.200 hektare di kawasan Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom, Sabtu (21/2/2026).
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional ketahanan pangan di Provinsi Papua.
Dalam kunjungannya, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua telah menetapkan sejumlah wilayah sebagai kawasan strategis pengembangan pertanian skala besar, yakni Keerom, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Sarmi.
“Keerom ini sangat pas dan cocok untuk kita lakukan cetak sawah. Bukan hanya sawahnya, tetapi juga akan kita bangun irigasi, jalan produksi, sampai dengan fasilitas pendukung produksi beras,” ujar Fakhiri.
Target 30.000 hingga 50.000 Hektare
Gubernur menargetkan pengembangan sawah di Papua dapat mencapai 30.000 hektare dalam tahap awal. Bahkan, angka tersebut berpeluang ditingkatkan hingga 50.000 hektare sesuai kebijakan khusus dari pemerintah pusat.
“Kalau kita bisa mencapai 30 ribu hektare, maka Papua sudah berada pada posisi surplus. Dengan dukungan kebijakan pusat, target itu bisa kita tingkatkan menjadi 50 ribu hektare,” katanya.
Ia menjelaskan, dengan varietas padi berumur sekitar empat bulan, Papua berpotensi melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Kondisi ini diyakini mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat Papua sekaligus membuka peluang distribusi ke daerah lain.
Perkuat Komoditas Jagung dan Peternakan
Selain pengembangan padi, Pemprov Papua juga akan mendorong penanaman jagung, memperkuat sektor perkebunan, serta membangun peternakan ayam pedaging, ayam petelur, dan sapi. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan inflasi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Gubernur turut menekankan pentingnya pengembangan pangan lokal seperti sagu dan umbi-umbian, serta mengoptimalkan kembali fasilitas pengolahan pangan di Keerom guna mendorong hilirisasi produk pertanian.
Apresiasi untuk Masyarakat Keerom
Dalam kesempatan itu, Fakhiri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan masyarakat Keerom atas dukungan serta komitmen membuka dan mengelola lahan pertanian.
“Provinsi Papua akan bertumbuh dari sektor pertanian. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja bersama pemerintah. Mari kita buktikan bahwa Papua mampu menjadi daerah dengan ketahanan pangan yang kuat,” tegasnya.
Dengan langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Papua berharap Kabupaten Keerom dapat berkembang menjadi salah satu lumbung pangan utama di Tanah Papua dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
(Renaldo Tulak)











