Berita Papua, Sentani — Sebanyak 400 bibit pohon cemara ditanam di kawasan Telaga Ria, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (14/3/2026). Aksi kolaboratif ini digagas oleh Yayasan Pelayanan Papua Nenda (YAPPENDA) bersama puluhan komunitas pecinta lingkungan dalam rangkaian peringatan Earth Hour Jayapura yang puncaknya akan digelar pada 28 Maret 2026.
Kegiatan bertajuk “Torang Tanam Pohon” ini bertujuan menjaga kelestarian hutan cemara di kaki Pegunungan Cycloop.
Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, organisasi lingkungan, hingga komunitas seni, turun langsung menanam bibit di lahan seluas satu hektare yang disiapkan YAPPENDA.
Ketua Panitia kegiatan, Beatrix Wambrauw, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekaligus dukungan terhadap gerakan global Earth Hour.
“Penanaman pohon hari ini dilakukan untuk memperingati Earth Hour Jayapura. Kami berkolaborasi dengan YAPPENDA dan beberapa komunitas pecinta alam,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Beatrix menjelaskan, pemilihan pohon cemara bukan tanpa alasan. Jenis tanaman ini dinilai paling adaptif terhadap kondisi geografis di sekitar Telaga Ria.
“Kenapa kami pilih cemara, karena hanya cemara yang bisa hidup di lokasi seperti ini. Kalau pohon lain kemungkinan tidak bisa bertahan,” jelasnya.
Peneliti YAPPENDA, Jefri Wanda, menambahkan bahwa lokasi penanaman merupakan lahan milik yayasannya yang disiapkan khusus untuk rehabilitasi lingkungan. Dari total lahan dua hektare yang tersedia, baru satu hektare yang digunakan pada tahap awal ini.
“Kami dari YAPPENDA menyiapkan lokasi penanaman serta bibit pohon. Lahan yang tersedia sekitar dua hektare, namun yang digunakan hari ini sekitar satu hektare dengan total 400 bibit cemara,” terang Jefri.
YAPPENDA sendiri selama ini dikenal aktif dalam kegiatan konservasi, termasuk penelitian dan pemantauan satwa di kawasan Pegunungan Cycloop. Jefri mengapresiasi tingginya partisipasi generasi muda dalam aksi ini.
“Banyak anak-anak muda yang ikut terlibat. Ini sangat penting karena secara tidak langsung kita menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Puluhan komunitas yang terlibat diantaranya; WWF Indonesia Program Papua, BBKSDA Papua, SRMA 29 Jayapura, Guardian Hollo Sentani, Karya Salemba Empat UNCEN, BEM FMIPA UNCEN, Menoken, Ecodefender, HMJ PWK UNCEN, Mahasiswa Internasional University of Papua, PGI, Universitas Cenderawasih, Universitas Muhammadiyah, FISIP UNCEN, LP3TKP Siklop, Forum Anak Papua, Sylva UOGP, Komika Standup Indo Jayapura, Forum Indonesia Muda, Rumah Bakau Jayapura, Mapala USTJ, KPA-PN, Indonesia Art Movement, Mapala UNIYAP, PP Lingasi, Universitas Ottouw Geitsler, sanggar Robonghollo, BKD, Yapmi, dan Kaum Muda Foker.
(Renaldo Tulak)











