Papua

3 Pesan Kuat Ketua AWP di Penutupan World Press Freedom Day 2026 Papua

0
×

3 Pesan Kuat Ketua AWP di Penutupan World Press Freedom Day 2026 Papua

Sebarkan artikel ini
Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Elisa Sekenyap.

Berita Papua, Jayapura — Perayaan puncak Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) 2026 di Papua resmi ditutup pada Selasa (5/5/2026).

Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Elisa Sekenyap, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian acara yang dinilai sebagai momentum berharga untuk meningkatkan kompetinsi insan pers dan membangun generasi penerus.

Acara yang berlangsung sejak 4 hingga 5 Mei 2026 di Gedung Lukas Enembe (Lukmen) Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Jayapura, itu menghadirkan beragam kegiatan.

Menurut Sekenyap, terdapat seminar, lokakarya (workshop), hingga gelar wicara (talkshow) yang membahas isu-isu krusial.

“Di dalamnya ada soal gender, soal isu lingkungan, ada investigasi lingkungan, juga investigasi kasus-kasus. Pokoknya investigasi, karena itu merupakan suatu karya tertinggi jurnalisme,” ujar Sekenyap.

Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya diikuti kalangan wartawan, tetapi juga pelajar, mahasiswa, serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat dan gereja.

Partisipasi lintas elemen itu, kata dia, sangat baik untuk menambah kapasitas dan kemampuan dalam mengimplementasikan tugas jurnalistik ke depan.

Lebih lanjut, Elisa berharap agar momen ini menjadi referensi bagi pelajar mahasiswa yang bercita-cita menjadi wartawan.

“Berharap supaya suatu saat mereka bisa jadi wartawan, bisa menulis tentang Papua dari sudut pandang mereka sendiri. Ini kesempatan untuk menjadi generasi kita di depan,” tuturnya.

Ketua AWP menegaskan pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang.

Ia juga menyoroti makna peringatan tahun ini yang diselenggarakan di Papua sebagai pengingat akan prinsip dasar kebebasan pers.

“Pers Papua harus bebas, tetapi juga harus tidak menjadi alat, melainkan menjadi wadah untuk menjadi saluran informasi. Kalau alat, orang pakai untuk kepentingan tertentu. Tapi kalau wadah, semua orang bisa dapat informasi melalui media,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)